Banding Kandas, Deni Pemutilasi PNS Bandung Tetap Dihukum Mati

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 13:02 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Semarang menolak permohonan banding Deni Prianto. Alhasil, ia tetap dihukum mati karena membunuh dan memutilasi PNS Kemenag Bandung, Komsatun Wachidah.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor 116/Pid.B/2019/PN.Bms tanggal 2 Januari 2020 yaang dimintakan banding," demikian bunyi putusan banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Minggu (29/3/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Dewa Putu Wenten dengan anggota I Wayan Suastrawan dengan anggota Januarso Rahardjo. Ketiganya menyatakan putusan PN Banyuma sudah tepat dan benar. Oleh sebab itu, maka PT Semarang menyatakan putusan PN Banyumas patut dipertahankan.

"Hukuman mati dalam hukum pidana yang berlaku di Indonesia masih tercantum dan berlaku. Sehingga dengan demikian penerapan dan penjatuhan hukuman mati adalah sah untuk diterapkan," ujar majelis dengan suara bulat.

Majelis banding pun menolak memori banding Deni. Dalam memori bandingnya, Deni menyatakan pidana mati bertentangan dengan upaya dunia internasional tentang penghapusan hukuman mati dan bertentangan dengan Pasal 28I UUD 1945.

"Majelis hakim tingkat banding sependapat dengan kontra memori banding dari penuntut umum," ucap majelis banding.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2