Perasaan SBY Campur Aduk

Perasaan SBY Campur Aduk

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 16:57 WIB
Jakarta - Campur aduk. Begitulah perasaan Presiden SBY saat memberikan Penghargaan Ketahanan Pangan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2005).Di satu sisi berbahagia dapat bertemu dengan para pemimipin yang melakukan tindakan nyata mengembangkan ketahanan pangan di wilayah masing-masing.Tapi di sisi lain, sedih dan prihatin dengan masih terjadi kelangkaan pangan di beberapa daerah. Bahkan sampai memakan korban jiwa meninggal dunia karena kelaparan yang terjadi di Yahokimo, Papua."Perasaan saya bercampur aduk. Di satu sisi saya gembira bertemu para pejuang ketahanan pangan. Saat bersamaan saya sedih dan prihatin melihat kejadian itu," kata Presiden.Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyerahkan penghargaan pada beberapa kepala daerah, lembaga negara dan kelompok masyarakat yang dinilai punyaperan positif mendorong ketahan pangan di wilayah masing-masing.Ada sebelas orang bupati yang menerima penghargaan. Beberapa orang di antaranya adalah H. Harsono (Ngawi, Jatim), H. Nawir (Pinrang, Sulsel),Jacobus Luna (Bengkayang, Kalbar) dan Habel Melkia Suwae (Jayapura, Papua).Sementara untuk tingkat provinsi, hanya dua gubernur yang mendapat penghargaan. Yakni Fadel Muhammad (Gorontalo) dan Alm. Rizal Nurdin (Sumut).Penghargaan Pengembangan Pangan diserahkan di antaranya ke Kelompok Tani Sumber Sari, Pasuruan (Jatim), Kelompok Ternak Sejahtera Cluring Banyuwangi (Jatim), Pungkisiadi -- petani tebu desa Canggu, Mojokerto (Jatim), Ir. Danang - - Hortikultura Kab. Magetan (Jatim) dan Saiful Dau -- pengelola air desa Tabongo, Batudaa (Gorontalo).Penghargaan Pengembangan Ketahanan Pangan diberikan pada Kelompok Petani Kecil (KPK) Bakti Karya Kecicang, Karangasem (Bali), PKK Melati Sukaraja,Prabumulih (Sumsel) dan Ir. Wayan Mathius -- peneliti dari Balai Penelitian Ternak, Ciawi. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads