Nursyahbani: Reshuffle Kabinet Buka Peluang Islah di PKB
Jumat, 09 Des 2005 16:22 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melengserkan Alwi Shihab dari jabatannya sebagai Menko Kesra. Hikmah dari reshuffle itu adalah terbukanya peluang islah antara dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)."Reshuffle ini membuka peluang rujuknya Muhaimin dan Saifullah," kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nursyahbani Katjasungkana kepada detikcom, di seminar Kesetaraan Gender, di Hotel Ibis Thamarin, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta (9/12/2005). Nursyahbani sendiri mengaku optimis hasil reshuffle kabinet ini akan menghasilkan perbaikan. "Reaksi psikologi saya optimis akan ada perbaikan," ujarnya.Dia juga mengusulkan kepada presiden untuk meninjau kinerja anggota kabinet lainnya. "Saya akan lebih senang lagi jika ada reshuffle kabinet di bidang lain. Ya kalau tidak direshuffle paling tidak diakselerasikan, termasuk menteri bidang pemberdayaan perempuan yang tidak nampak kinerjanya," imbuh dia.Ketika ditanyakan soal islah, dirinya juga optimis bisa terwujud meski Gus Dur pernah bilang antara maling dan polisi sulit dipertemukan. "Saya kira islah bisa. Kita sudah sepakat untuk secara bersama-sama membesarkan dan membangun PKB ke depan. Pernyataan Gus Dur saya kira tidak ditujukan pada PKB secara keseluruhan. Mungkin hanya ditujukan pada Alwi Shihab saja," terang Nursyahbani.
(san/)











































