SBY Minta Tanggung Jawab Solossa & Bupati Yohokimo
Jumat, 09 Des 2005 16:20 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meminta prtanggungjawaban dari para pejabat negara terkait kasus kelaparan di Yahokimo, Papua, yangmenewaskan 55 orang warganya."Saya harus tahu apa yang terjadi. Mengapa terjadi. Bagaimana upaya sebelumnya dan sekarang ini. Ini masalah tanggung jawab. Persoalan moral kepemimpinan. Dia harus melindungi rakyat yang dipimpinnya. Apalagi menyangkut hak paling azasi, yaitu pangan. Apa pun alasannya harus ada upaya kongkret mencegah terjadinya kelaparan seperti ini," tegas Presiden.Pejabat yang akan dimintakan penjelasan, terutama adalah Gubernur JP Solossa dan Bupati Yohokimo, Ones Pahabol. SBY mengungkapkan hal itu sebelum memberi sambutan dalam acara penganugerahan Penghargaan Ketahan Pangan, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2005).Presiden mengaku tidak habis pikir bagaimana mungkin bencara kelaparan di Yahokimo tidak terdeteksi sejak awal oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.Justru baru terungkap setelah ada puluhan korban meninggal dunia. Itu pun melalui pemberitaan media massa.Bisa dimengerti, apabila penyebabnya adalah keadaan yang tiba-tiba dan tidak bisa diketahui sebelumnya, seperti bencana alam, serangan hama ataukerusakan besar lainnya.Tapi lain masalahnya, bila hal itu merupakan kelalaian pemimpin daerah bersangkutan. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Enggan turunke lapangan sehingga asing dengan persoalan yang dihadapi rakyatnya. "Maka itu sesuatu yang serius dan merupakan sesuatu kesalahan yang sangat prinsip. Yang berprestasi patut dapat penghargaan. Yang lalai patut mendapat hukuman," tambah SBY.Sementara ini para pejabat daerah itu diintruksikan membantu operasi tanggap darurat yang digelar pemerintah pusat. Prioritas pertama adalah secepatnya menyelamatkan jiwa warga yang kelaparan. Baru setelah semua tertanggulangi, dilaksanakan tindakan-tindakan koreksi dan investigasi."Kalau itu terjadi akibat pemimpin yang salah, kewajiban kita membimbing dan mendidik. Saya tidak bisa membiarkan kalau ada kelalaian dari para pemimpin menyangkut pangan," tegasnya.
(nrl/)











































