KSAD : TNI AD Tidak Terpengaruh Pencabutan Embargo Senjata

KSAD : TNI AD Tidak Terpengaruh Pencabutan Embargo Senjata

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 15:59 WIB
Yogyakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tidak terlalu terpengaruh oleh pencabutan embargo senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Sebab selama ini persenjataan TNI AD khususnya yang dipakai pasukan infantri sebagian besar diproduksi dalam negeri (PT Pindad).Hal itu dikatakan oleh KSAD Jenderal TNI Joko Santosa menjawab pertanyaan wartawan seusai menutup acara latihan Gladi Lapangan Tri Buwana Sakti XI 2005 di Pantai Sundak Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY, Jumat (9/12/2005)."Pasca pencabutan embargo, Angkatan Darat sebenarnya tidak terlalu terpengaruh terhadap embargo senjata," katanya.Meski TNI AD memerlukan peralatan dan persenjataan, kata Joko, organisasi AD yang lebih menitikberatkan kepada manusia dengan pasukan pokok adalah nfrantri,tidak terlalu membutuhkan senjata yang berteknologi tinggi kecuali artileri-artileri penangkal serangan udara. Namun demikian pembaruan peralatan danpersenjataan jelas tetap dilaksanakan. Joko mengatakan selama ini semua persenjataan TNI AD khususnya untuk pasukan infantri sebagian besar diproduksi di dalam negeri oleh PT Pindad. Saat ini,Pindad mampu memproduksi Senapan Serbu (SS) 2 yang tingkat akurasi sangat bagus. Demikian pula pembaruan untuk kendaraan lapis baja ringan juga sudah dilakukan di Pindad. Sedang senjata yang menggunakan teknologi tinggi seperti rudal daridarat ke udara masih harus mengimpor dari negara lain. Untuk artileri pertahanan udara, TNI mendatangkan dari Inggris, Polandia maupun Cina."Artileri pertahanan udara kita masih membutuh dari luar negeri. Namun untuk pembaruan senjata pasukan infantri sudah dilakukan sendiri oleh Pindad,"katanya.Menurut Joko, kehebatan SS 2 buatan Pindad itu sudah dibuktikan saat TNI mengikuti lomba menembak di Bisan Brunei, yang memperoleh nomor satu. Sedangkan saat mengikuti kejuaraan menembak di Australia yang diikuti oleh Australia, AS, Inggris, Italia, Singapura, Indonesia mendapatklan nomor tiga.Ketika ditanya mengenai tindak lanjut mengenai kerjasama International Military Education and Training (IMET) dengan AS yang sempat terhenti, Jokomengatakan TNI AD sudah mempersiapkan para personilnya untuk mengikuti pendidikan agar profesionalitas TNI meningkat. Untuk pelaksanaan pendidikan, TNI sudah menyiapkan para perwira untuk mengikuti pendidikan tersebut. "Tidak hanya dengan AS saja, tapi TNI juga akan kerjasama dengan negara-negara lain di Asean," demikian Joko Santosa. (iy/)


Berita Terkait