Posting Hinaan ke Ibunda Jokowi, Sejumlah Akun Medsos Dipolisikan

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 00:31 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: Ilustrasi Twitter (GettyImages)
Jakarta -

Cyber Indonesia melaporkan sejumlah akun Twitter yang menghina Alm. Hj Sujiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden Joko Widodo. Bukannya berempati atas meninggalnya Sujiatmi, akun-akun tersebut malah memposting hinaan hingga ujaran kebencian.

"Sayangnya, dalam situasi seperti ini masyarakat kita masih ada yang kehilangan empati. Mereka terus mencela di tengah kabar duka. Lihatlah beberapa tanggapan negatif muncul, ketika ibunda pemimpin tertinggi negara meninggal," jelas Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).

Muannas menyebutkan beberapa akun yang memposting hinaan terhadap almarhumah, seperti @RullyMania.

"Orang-orang itu seperti telah kehilangan kemanusiaannya. Sebut saja akun twitter @RullyMania saat itu menulis, "Ibu yang mana? Ibu beneran apa yang KW?"," tutur Muannas.


"Atau misalnya akun FB Jensen Satria yang sampai hati menulis, "Selamat ya atas matinya mak jokowi kami rakyat terutama umat islam, sangat bahagia dan bersuka ria, semoga anak dan jokowi cepet nyusul keneraka ya, amin. Yg gak suka ria itu hanya cina komunis dan kafir PKI," sambung Muannas.

Laporan Muannas itu tertuang dalam tanda bukti laporan polisi bernomor: LP/2020/III/YAN.2.5/2020/SPKTPMJ tertanggal 27 Maret 2020. Muannas melaporkan para pemilik akun itu dengan tuduhan Pasal 14 dan 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Larangan Berita Bohong dan UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan menuduh PKI tanpa bukti dan atau Pasal 207 Penghinaan terhadap Kepala Negara dan Pasal 27 ayat 3 ITE soal fitnah dan pencemaran nama baik.

"Ini bukan delik aduan. Polisi bisa langsung menangkap tanpa perlu dilaporkan. Untuk itu saya berharap agar pelakunya dapat segera ditangkap," imbuh Muannas.

Cyber Indonesia mencatat, setidaknya ada 50-an kasus penghinaan terhadap keluarga Jokowi. Para pelakunya sebagian besar ketika ditangkap beralasan macam-macam, ada yang mengaku diretas, ada yang hanya bisa menangis dan berharap agar dimaafkan.

"Mungkin Pak Jokowi dan keluarganya legowo. Beliau tidak masalah dicaci dan difitnah. Tapi saya sebagai warga negara yang taat hukum tidak bisa menerimanya. Saya tersinggung dan merasa terhina, karena pemimpin yang baik itu difitnah yang bukan-bukan. Per

Sementara itu, Muannas menyampaikan duka cita atas berpulangnya ibunda Jokowi pada Rabu (25/3). Menurut Muannas, Sujiatmi adalah sosok ibu yang hebat.

"Karena melahirkan anak yang hebat. Seorang ibulah yang menjadikan anak-anaknya memiliki karakter kuat dan berkepribadian teguh," tandasnya.


(mei/mea)