Gedung Putih Benarkan Penembakan Penumpang Pesawat
Jumat, 09 Des 2005 14:50 WIB
Jakarta - Penembakan seorang penumpang pesawat oleh petugas udara AS mengundang pro dan kontra. Gedung Putih sendiri membenarkan penembakan berujung maut itu.Penyelidikan atas insiden fatal di Bandara Internasional Miami, AS tersebut sedang dilakukan. Warga AS kelahiran Costa Rica, Rigoberto Alpizar, tewas ditembak dua marshal udara AS ketika berlari turun dari pesawat American Airlines yang akan lepas landas.Peristiwa berdarah ini bermula ketika pria berusia 44 tahun itu mengaku membawa bom dalam tas punggungnya. Namun ternyata, lelaki malang itu hanyalah orang yang mengalami gangguan jiwa. Otoritas tidak menemukan bom dalam tasnya.Penembakan fatal ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak penambahan mencolok petugas udara di atas pesawat AS, menyusul serangan teroris 11 September 2001."Saya pikir tidak seorang pun menginginkan situasi seperti ini. Namun marshal-marshal ini kelihatannya telah bertindak sesuai pelatihan ekstensif yang mereka terima," ujar juru bicara Gedung Putih Scott McClellan.Namun insiden ini mendapat kecaman keras dari Presiden Costa Rica, Abel Pacheco. Dia akan menghubungi otoritas AS soal peristiwa itu. "Kami akan meminta penjelasan, tapi kami tahu mereka akan merespons dengan mengatakan bahwa AS adalah negara yang terancam terorisme dan karena pria itu bilang dia bawa bom," cetus Pacheco.
(ita/)











































