Tetap Gelar Paripurna di Tengah Wabah Corona, Ini Skenario DPR

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 16:58 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)

Skenario tersebut dilakukan agar sesuai dengan mekanisme dan tata tertib persidangan DPR. Di mana, rapat paripurna DPR harus dihadiri sedikitnya oleh 3 orang pimpinan DPR dan 50 persen plus 1 dari jumlah anggota DPR.

"Karena itu masa reses yang kemarin diperpanjang harus diakhiri, lalu dilakukan rapat paripurna untuk membuka masa persidangan berikutnya. Sebab jika masa sidang tidak segera dibuka, maka tugas-tugas DPR akan terbengkalai, baik tugas pengawasan, penganggaran dan legislasi," tutur Puan.

Pimpinan DPR dari Fraksi PDIP itu menyebut semua anggota yang hadir harus menjalankan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh. Bahkan, sebut Puan, posisi duduk anggota dalam ruang rapat paripurna juga diatur.

"Tata cara rapat paripurna mengikuti protokol pencegahan virus COVID-19, yaitu pengecekan suhu tubuh, melewati bilik disinfektan, penyemprotan alas kaki, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menggunakan masker bagi yang merasa kondisinya kurang sehat," papar Puan.

"Posisi duduk bagi anggota DPR RI di dalam ruang sidang akan diatur secara berjarak antara satu anggota dengan anggota yang lainnya," imbuhnya.

Halaman

(zak/hri)