Corona Semakin Mewabah, Akankah Depok Berlakukan Lockdown Lokal?

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 12:47 WIB
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana (Foto: dok. istimewa)
Depok -

Virus Corona (COVID-19) di Kota Depok semakin mewabah. Hingga 26 Maret 2020, sudah ada 20 orang yang terkonfirmasi positif Corona di Kota Depok. Akankah Depok memberlakukan lockdown lokal untuk mencegah semakin mewabahnya virus Corona?

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana menyebut saat ini pihaknya belum bisa memberlakukan lockdown. Sebab, menurutnya, daerah tidak berwenang melakukan lockdown.

"Kami tidak bisa berlakukan lockdown karena lockdown kewenangan pemerintah pusat," kata Dadang saat dihubungi detikcom, Jumat (27/3/2020)

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Kota Depok, hingga 26 Maret, jumlah pasien positif di Depok mencapai 20 orang. Sementara itu, sebanyak 175 orang sebagai pasien dalam pengawasan (PDP), dengan rincian 13 pasien dinyatakan selesai diawasi dan 162 pasien masih dalam pengawasan.

Sementara itu, sebanyak 649 orang dinyatakan dalam pemantauan (ODP) dengan 187 dinyatakan selesai dipantau dan 462 orang masih dalam pemantauan. Data terbaru juga menunjukkan 9 orang PDP dinyatakan meninggal dunia di Depok.



"Untuk PDP yang meninggal dunia saat ini berjumlah 9 orang," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Idris menyebut data ini disampaikan agar masyarakat bisa waspada terhadap penyebaran Corona di Depok. Namun dia mengatakan belum bisa dipastikan apakah sembilan orang PDP yang meninggal pasien Corona atau bukan.

"Perlu saya luruskan kembali bahwa untuk PDP ini pasien belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR. Ini kami sampaikan ke publik agar ekstrawaspada terhadap penyebaran COVID-19," ujarnya.

Hingga kini Pemkot Depok masih berupaya melakukan berbagai hal untuk menekan penyebaran Corona. Mulai pelaksanaan rapid test di beberapa puskesmas hingga penyemprotan disinfektan di ruang publik terus dilakukan.

Tegal Lockdown Local, Barrier Beton Tutup Jalan:

[Gambas:Video 20detik]



(maa/mei)