Antisipasi Corona, Pemda OKI Cek Kendaraan Masuk di Tol Trans Sumatera

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 10:13 WIB
Sekda saat meninjau ruas tol Trans Sumatera di OKI (Raja Adil/detikcom)
Sekda saat meninjau ruas tol Trans Sumatera di OKI. (Raja Adil/detikcom)
Palembang -

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini bekerja sama dengan pihak operator Jalan Tol Trans Sumatera. Pemerintah dan pihak operator kompak meminimalisasi masuknya COVID-19.

"Kita ambil langkah-langkah khususnya ini sebagai upaya preventif untuk mendeteksi orang-orang yang masuk ke OKI. Terutama yang datang dari daerah yang sudah mulai kena COVID-19," tegas Sekda Pemkab OKI, Husin, Jumat (27/3/2020).

Husin menyebutkan, berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan OKI, telah terpantau sebanyak 16 orang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sementara satu orang dengan kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kita terus tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan terkait status COVID-19 di Kabupaten OKI. Termasuk ya memeriksa orang-orang yang masuk dan melintas di ruas Tol Pematang Panggang-Kayuagung," katanya.

Pemerintah Lacak Pasien COVID-19 Lewat Aplikasi TraceTogether:

Husin mengimbau masyarakat OKI agar mematuhi imbauan pemerintah tentang jaga jarak fisik guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Masyarakat juga diimbau untuk proaktif melapor jika ada tamu dari luar daerah maupun keluarga yang baru pulang dari daerah terjangkit.

"Kita patuhi imbauan pemerintah, hindari dulu kegiatan di luar dan melibatkan orang banyak. Masyarakat harus lebih proaktif melaporkan kepada aparat terdekat terkait kedatangan orang luar ke OKI," sebut dia.

Sementara PT Hutama Karya, selaku pihak operator tol Pematang Pagang-Kayuagung, memutuskan menghentikan aktivitas di rest area sepanjang ruas yang memang belum diserahterimakan dari kontraktor.

"Kami menutup aktivitas di rest area ini karena memang belum selesai masa konstruksi dan belum siap," ungkap Yoni Satyo perwakilan PT Hutama Karya (HK).

Selain itu, bersama petugas di Kecamatan Mesuji Raya, pihaknya juga menonaktifkan para pedagang kaki lima di sekitar rest area tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan gerakan physical distancing oleh pemerintah pusat dalam mencegah bertambahnya penularan virus asal Wuhan, China, tersebut.

(ras/gbr)