Strategi Jokowi-Anies Hadapi Skenario Terburuk Corona Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 09:53 WIB
Jokowi dan Anies di Tol Becakayu
Foto ilustrsasi: Presiden Jokowi (kanan) dan Gubernur Anies Baswedan (kiri). (Danu Damarjati/detikcom)

Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penanganan virus COVID-1. Anies melaporkan Jakarta telah memiliki skema penanganan kritis.

"Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa DKI Jakarta telah menyiapkan skenario jika kasus COVID-19 semakin meningkat. DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya, Selasa (24/3/2020).

Skenario yang disiapkan adalah dengan membagi 3 kelompok mereka yang terindikasi positif. Tiap kelompok dibedakan berdasarkan gejala yang dialami.

"Kelompok tersebut antara lain kelompok pertama, parah/kritis sebesar 8%. Kelompok kedua, berat sebesar 12%, dan kelompok ketiga, ringan sebesar 80%," ujar Widyastuti

Penanganan terhadap tiga kelompok itu tidak bisa sama. Kelompok pertama dan kedua harus mendapat perhatian khusus.

"Dengan skenario itu, maka yang membutuhkan perawatan intensif adalah 20 persen pertama, yang 80 persen gejalanya ringan sehingga bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke Wisma Atlet atau RS lain," kata Widyastuti.

"Tapi, yang 20 persen pertama akan membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap (ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif) ini levelnya ICU dan IGD untuk 20 persen pasien yang masuk," ujarnya.

Halaman

(hed/dnu)