Strategi Jokowi-Anies Hadapi Skenario Terburuk Corona Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 09:53 WIB
Jokowi dan Anies di Tol Becakayu
Foto ilustrsasi: Presiden Jokowi (kanan) dan Gubernur Anies Baswedan (kiri). (Danu Damarjati/detikcom)

Jokowi

Presiden Jokowi menyiapkan beragam skenario dalam penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin semua dampak virus Corona ini dikalkulasi secara matang.

"Skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari COVID-19 ini di negara kita Indonesia, bulan April seperti apa, bulan Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario ringan seperti apa dan saya kira ingin kita berada skenario yang ringan, dan kalau memang betul-betul sulit dibendung ya kita paling tidak masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario paling buruk," kata Jokowi saat memimpin ratas bersama para gubernur seperti ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3).

Jokowi kemudian mensimulasikan skenario sedang dampak Corona ini di sejumlah daerah. Dia menyebut provinsi yang paling terkena dampak buruk dari Corona terkait buruh adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita juga telah menghitung juga penurunan di beberapa provinsi mengenai daya tahan mengenai penurunan pendapatan dari setiap provinsi yang ada, ini saya berbicara skenario sedang saja misalnya provinsi untuk buruh kalau skenario sedang, yang terparah nanti akan berada di NTB, akan penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen, ini kita mampu bertahan di Juni dan September," ujar dia.

Sedangkan untuk petani dan nelayan, akan terjadi penurunan pendapatan yang terparah di Kalimantan Barat. Daya tahan di provinsi tersebut diprediksi sampai Oktober-November.

"Kemudian untuk petani dan nelayan kita, ini juga tolong hati-hati kalau skenarionya sedang yang terparah nanti di Kalimantan Barat akan ada penurunan pendapatan sampai 34 persen, dengan daya tahan Oktober sampai November," ujar dia.

Untuk pedagang-pedagang kecil, Jokowi menyebut provinsi yang paling terkena dampak adalah Kalimantan Utara. Sementara itu, Sumatera Utara diprediksi akan menjadi provinsi paling terkena dampak dalam skenario sedang virus Corona untuk sopir angkot dan bus.

"Kemudian pedagang mikro, kecil kalau skenario sedang yang berat adalah di Kalimantan Utara dan penurunan sampai 36 persen, kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober. Kemudian untuk sopir angkot dan ojek, yang paling berat di Sumatera Utara, ini turunnya hampir sampai 44 persen, angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah sehingga persiapan bantuan sosial dan kota kabupaten betul-betul bisa disiapkan lewat yang tadi disampaikan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5