Round-Up

Yang Perlu Diketahui soal Virus Hanta di Tengah Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 07:55 WIB
Ilustrasi tikus
Foto: TIkus, hewan pengerat yang merupakan pembawa hantavirus (Thinkstock)

Gejala

Periode inkubasi hantavirus kurang lebih dua hingga delapan pekan. Bila sudah terjangkit hantavirus, maka gejala yang dirasakan seseorang adalah demam, kelelahan, dan sakit pada otot.

Kelompok otot yang besar seperti paha, pinggang, punggung, dan bahu kadang terasa sakit bila orang terkena hantavirus. Gejala lainnya adalah panas-dingin, sakit perut, pusing, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.

Pada tahap selanjutnya, paru-paru bakal terisi oleh cairan. Korban hantavirus bakal kesusahan bernapas.

Agar terhindar dari Hantavirus

Kejadian wabah Hantavirus di beberapa negara berhubungan dengan meningkatnya populasi tikus. Sebabnya adalah fungsi hutan beralih menjadi permukiman, kondisi sanitasi yang buruk, lingkungan jorok, dan sumber makanan tikus hilang misalnya akibat hutan terbakar. Pada manusia, kasus Hantavirus lebih banyak ditemukan di daerah yang kondisi lingkungannya buruk serta banyak tikus.

Supaya terhindar dari virus ini, maka pasanglah kawat kasa agar ikus tidak masuk ke rumah, pasanglah jebakan tikus, jangan sisakan sampah makanan di tempat sampah supaya tikus tidak datang.

Vaksin untuk Hantavirus sudah ada, yakni berasal dari jaringan ginjal garbil dan hamster. Vaksin tersebut diproduksi Tiongkok dan Korea. Pemberian vaksinasi Hantavirus dapat menurunkan kasus infeksi pada manusia secara drastis.

selanjutnya
Halaman

(rdp/rdp)