Pasien Corona Meninggal Bertambah Signifikan, Ini Kata Pemerintah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 06:26 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto, Foto: dok. BNPB
Jakarta -

Pemerintah menjelaskan mengapa jumlah pasien positif virus Corona (COVID-19) yang meninggal dunia lebih banyak diumumkan kemarin. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurinato mengatakan Pemprov DKI Jakarta mengakumulasi data kematian selama tiga hari.

"Untuk DKI akumulasi data kematian tiga hari yang baru dikirim hari ini," kata Yurianto kepada wartawan, Kamis (26/3/2020) malam.

Yurianto mengatakan hanya DKI yang mengumpulkan selama tiga hari. Sementara provinsi lainnya tidak.

"Hanya DKI saja tiga hari dikumpulin di hari ini," ujar Yurianto.

Dari keseluruhan pasien yang meninggal dunia, Yuri mengatakan rata-rata membawa penyakit bawaan (komorbid). Para pasien meninggal dunia bukan hanya meninggal karena Corona.

"Meninggal inikan dengan penyakit komorbid, enggak tahu, perhitungannya saya enggak tahu ini, itu bukan karena COVID saja kok," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ada penambahan jumlah pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Hingga hari ini, total warga yang meninggal menjadi 78 orang.

"Angka kematian ada penambahan 20 kasus. Sehingga totalnya ada 78 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis (26/3).

Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 4 orang. Total pasien yang sembuh saat ini 35 orang.

"Ada penambahan 4 kasus yang sembuh. Jumlah kasus yang sembuh ada 35 orang," ujar Yuri.

Update Global: Corona Infeksi 413.467 Orang di 196 Negara:

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/idn)