Mendikbud Nadiem Ajak 15.000 Mahasiswa Kesehatan Jadi Relawan Tangani Virus Corona

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 02:19 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat program relawan dalam menghadapi virus Corona (COVID-19) bagi mahasiswa tingkat akhir dari rumpun ilmu kesehatan. Sebanyak 15.000 peserta telah mendaftar menjadi relawan pada tahap pertama program tersebut.

"Ini sangat luar biasa. Gerakan ini bisa terwujud karena motivasi kuat para mahasiswa kesehatan dan bidang-bidang lain yang ditunjang semangat gotong royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemi yang mengancam masa depan Indonesia," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam keterangan tertulis pada Kamis (26/3/2020).

Nadiem mengajak anak muda Indonesia untuk berani berkontribusi untuk melawan pandemi Corona. Dia mengajak institusi pendidikan agar terlibat melawan COVID-19.

"Mari kita tunjukkan bahwa anak-anak muda Indonesia secara sukarela berani dan bisa menyelamatkan nyawa-nyawa masyarakat Indonesia. Mari bersama kita taklukkan pandemi COVID-19. Mari kita tunjukkan bahwa institusi-institusi pendidikan bisa bergerak menjadi ujung tombak melawan pandemi ini," jelas Nadiem.

Nadiem menjelaskan ajakan tersebut bersifat sukarela untuk mahasiswa bidang kesehatan dan bidang-bidang terkait. Nantinya relawan mahasiswa ini akan diterjunkan untuk melakukan memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait COVID-19.

Perwakilan WHO, Navaratnasamy Paranietharan, mengatakan kondisi dunia saat ini semakin buruk akibat wabah COVID-19. Dia mengajak mahasiswa yang menjadi relasan dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat.

"Dunia harus siap menghadapi pandemi berskala besar, yang terbesar yang pernah terjadi selama satu abad ini. Pesan bagi mahasiswa yang akan menjadi relawan bahwa diharapkan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pelajaran berharga dan membantu masyarakat," kata Paranietharan.

Selanjutnya
Halaman
1 2