Kemenkop Siapkan Stimulus Rp 2 Triliun untuk Daya Beli Produk UMKM

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 21:46 WIB
Kemenkop
Foto: Dok. Kemenkop
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan Pemerintah RI tengah menyiapkan stimulus guna menjaga daya beli masyarakat terhadap produk UMKM. Hal itu dilakukan demi menjaga kelangsungan UMKM sebagai penumpu sektor riil level terbawah, di tengah pandemi virus corona.

Teten mengatakan, anggaran Rp 2 triliun telah disiapkan untuk menyuntikkan dua stimulus bagi daya beli produk UMKM. Stimulus pertama, yaitu diskon 25 persen yang dialokasikan untuk dua juta konsumen. Untuk stimulus kedua diberikan dalam bentuk bantuan tunai untuk sektor mikro.

"Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat Covid-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp 2 triliun," jelas Teten dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (26/3/2020).

Lebih lanjut, ia menjabarkan, stimulus bantuan tunai dicontohkan berupa dana Rp 3 juta untuk usaha mikro/ultra mikro yang sudah terdampak Covid-19 berdasarkan data yang diusulkan dinas di daerah. Kemudian, ada juga bantuan sebesar Rp 2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikr dan bantuan Rp 4 juta untuk usaha yang bekerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog. Bantuan lain dibuat dalam bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital. Koperasi di daerah yang terdampak.

"Teknisnya ada beberapa model yang sedang kami persiapkan. Kami sedang memberikan stimulus bagi jasa antar termasuk tukang ojek online," kata Teten.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional," imbuhnya

Ia menambahkan, untuk membantu kelancaran distribusi produk UMKM, pemerintah perlu menjajaki kerjasama dengan e-commerce. Dengan begitu, pelaku UMKM dapat menjalankan bisnis di tengah imbauan social distancing yang membuat masyarakat mengurangi aktivitas keluar rumah.

"Untuk mengefektifkan social distancing, harus dicarikan solusinya agar social distancing ini produktif," katanya.

Menanggapi rencana kerja sama pemerintah dengan e-commerce, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyatakan Tokopedia akan membantu UMKM untuk memasarkan produknya dengan dengan harga yang adil.

Sementara itu, CEO BenihBaik.com, Andi Flores Noya, menyebut krisis akibat pandemi virus corona dapat menggangu kelangsungan bisnis UMKM.

"Kalau pada 1998 yang terpukul perbankan, saat ini sektor UMKM yang paling rentan, krisis karena wabah yang membuat lumpuh perdagangan di level bawah," katanya.

Dalam upaya membantu UMKM, BenihBaik.com bersama Tokopedia sepakat merancang program donasi dari masyarakat untuk para pelaku usaha di sektor mikro. Benihbaik.com juga bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal pemetaan dan pendataan UMKM yang terdampak Covid-19.

"Saat ini sudah terkumpul hampir Rp1 miliar, semoga bisa menjadi sumbangsih masyarakat untuk membantu UMKM," katanya.

Teten lantas mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat untuk membantu UMKM tetap berproduksi di tengah hambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Perlu saya jelaskan pelaku UMKM terutama yang sektor mikro ada 64 juta unit usaha, ini bukan persoalan kecil, persoalan besar jadi memang bukan tanggung jawab pemerintah saja tapi swasta dan masyarakat," kata Teten.

(prf/ega)