Plafon RSUD Budhi Asih Ambrol, Bentuk Kealpaan Dinkes DKI
Jumat, 09 Des 2005 13:47 WIB
Jakarta -
Plafon Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih ambrol pada Rabu 7 Desember lalu. Kejadian itu bentuk kealpaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang tidak bisa ditolerir karena membahayakan pasien.Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Dano Anwar saat dicegat detikcom di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (9/12/2005)."Kejadian ambruknya atap rumah sakit itu tidak boleh terjadi di seluruh rumah sakit di DKI Jakarta, karena setiap tahun ada biaya pemeliharaan gedung, dan setiap unit bertanggung jawab untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan suatu bangunan, apalagi ini rumah sakit," kata Dani Anwar.Saat ditanya berapa besarnya anggaran yang dialokasikan untuk biaya pemeliharaan, Dani mengaku tidak hapal. Namun yang jelas, setiap unit ada biaya pemeliharaan gedung.Dani menambahkan, untuk ke depan, DPRD akan memperbaiki dan menjadikan RSUD Budhi Asih menjadi rumah sakit golongan III atau khusus untuk keluarga miskin.Disinggung soal biaya perbaikan RSUD Budhi Asih, Dani juga belum bisa memastikan karena mesti berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI. "Saya belum tahu, karena kita belum koordinasi dengan pihak terkait dan anggarannya bisa diambil dari dana rumah sakit tersebut," tutur dia.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































