Kemenag Atur Protokol Nikah Cegah COVID-19, Bagaimana dengan Syaratnya?

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 18:20 WIB
Muslim man and woman praying in mosque
Foto: Getty Images/iStockphoto/FS-Stock/Kemenag Atur Protokol Nikah Cegah COVID-19, Bagaimana dengan Syaratnya?
Jakarta -

Kementerian Agama mengatur protokol pernikahan untuk mencegah infeksi virus corona atau COVID-19. Prosesi akad bisa digelar namun jumlah yang hadir tidak boleh lebih dari 10 orang, sehingga area pernikahan tidak terlalu sesak.

"Calon pengantin (catin) dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker. Lakukan di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, seperti dilihat detikcom di situs Bimas Islam Kemenag pada Kamis (26/3/2020).

Jika protokol pernikahan mengalami modifikasi untuk mencegah infeksi COVID-19, maka hal serupa tidak terjadi pada syarat pernikahan. Persyaratan tetap sama bagi calon pengantin yang hendak menikah.

Berikut syarat pernikahan yang terdiri dari persyaratan umum dan khusus.

A. Syarat umum pernikahan

1. Surat pengantar kehendak nikah dari kelurahan

2. Fotocopy KTP dan KK atau kartu keluarga catin dan Fotocopy KTP wali serta dua orang saksi

3. Fotocopy akta kelahiran dan atau ijazah terakhir

4. Surat pernyataan belum menikah bermaterai

5. Pas foto berwarna ukuran 2x3 sebanyak empat lembar, serta 4x6 sebanyak dua lembar dengan latar biru

6. Surat rekomendasi nikah bagi catin wanita yang berasal dari kecamatan lain

7. Surat dispensasi camat bagi yang mendaftar kurang dari 10 hari kerja

8. Akta cerai atau surat keterangan kematian dari kelurahan bagi yang berstatus duda atau janda

9. Surat dispensasi dari Pengadilan Agama bagi calon suami yang berusia kurang dari 19 tahun dan calon istri kurang dari 16 tahun.

B. Syarat khusus pernikahan

1. Surat ganti nama dari Pengadilan Negeri untuk calon mempelai yang pernah mengganti nama, bagi yang belum sesuai dengan KTP

2. Fotocopy paspor dan atau visa yang masih berlaku bagi WNA

3. Surat izin nikah dari kedutaan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah resmi bagi WNA

4. Surat pengantar menikah dari instansi berwenang negara bagi WNA yang tidak ada perwakilan negara yang bersangkutan di Indonesia

5. Surat izin menikah dari kesatuan bagi TNI dan Polri

6. Surat izin dari Pengadilan Agama bagi calon suami yang akan berpoligami

7. Fotocopy sertifikat beragama Islam bagi mualaf.

(row/erd)