Viral 'Tes Corona Sendiri dengan Tahan Napas', IDI: Hoax

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 17:46 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Viral di media sosial cara sederhana mendeteksi virus Corona tanpa harus ke dokter. Disebutkan, tes itu hanya perlu menarik napas, lalu ditahan selama 10 detik.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih menepis tes tersebut dan menyatakan tidak benar.

"Itu hoax itu, nggak benar itu," kata Daeng saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Daeng menyebut tes Corona hanya bisa dilakukan dengan screening pada rapid test (tes cepat massal) atau menggunakan PCR (polymerase chain reaction). Terkait dengan gejala orang yang terpapar virus Corona, Daeng menyebut petugas medis mempunyai keahlian untuk mengetahui hal itu.

"Tes untuk Corona bisa ditentukan dengan screening-nya pakai rapid test, kemudian untuk konfirmasinya pakai PCR. Yang bisa menentukan ada gejala, misalnya ada gejala panas, gejala batuk-pilek, gejala sesak napas itu ada alat tesnya. Dan alat tes itu ada yang menentukan, yaitu tenaga medis," katanya.

Informasi 'tes Corona sendiri' itu disebutkan pula bisa dilakukan tanpa kunjungan ke dokter atau pemeriksaan laboratorium. Cara menarik napas itu dikatakan untuk membuktikan tidak ada fibrosis di paru-paru, sekaligus menunjukkan tidak ada virus apa pun di dalam paru-paru.

Kembali ke Daeng, dia berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Daeng tak ingin masyarakat mempercayai informasi yang tidak jelas akar sumber kebenarannya.

"Jadi tolong kawan-kawan jangan terlalu mempercayai hal-hal yang tidak jelas sumber kebenarannya," ujarnya.

(idn/idn)