Ada Pasien Positif Corona, Pemprov Sumbar Didesak Berlakukan Lockdown

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 16:15 WIB
Presiden Jokowi akan merenovasi Kampung Adat Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menjadi lebih cantik. Yuk lihat foto-fotonya.
Ilustrasi Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan (Dok. Kementerian PUPR)

"Setelah ditutupnya penerbangan dari Malaysia karena lockdown di negara itu, banyak yang mencoba pulang dengan jalur laut, dan darat. Tentunya hal ini harus segera diantisipasi. Jangan sampai Sumbar yang selama ini aman, menjadi daerah tempat orang yang terkena virus mematikan ini pulang atau bersembunyi," kata dia.

"Kami minta sekitar 80 persen aktivitas di Sumbar ini ditiadakan dulu. Cukuplah 20 persen warga saja yang beraktivitas di luar rumah seperti petugas medis, orang yang mencari atau membeli kebutuhan pokok dan orang-orang yang bekerja membantu pemerintah. Semua harus belajar dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan beribadah juga sementara waktu di rumah saja. Kalau tidak, akan membahayakan dan susah memutus mata rantai Corona di Sumbar," tambah Andre.

Senada dengan Andre, anggota DPRD Provinsi Sumbar, Hidayat, menyuarakan hal yang sama. Menurutnya, Gubernur Sumbar harus segera meminta persetujuan pemerintah pusat agar memberlakukan lockdown untuk beberapa kota dan kabupaten di daerah itu yang berpotensi besar terpapar COVID-19.

"Jangan sampai kita gambling (bertaruh) soal nyawa rakyat. Bukan tidak mungkin akan ada pasien yang positif lagi karena hasil uji lab masih belum semuanya yang keluar. Gugus Tugas Corona Provinsi Sumatera Barat mencatat per Kamis, 26 Maret 2020, informasi dari web resmi Pemprov Sumbar terdapat 42 PDP dan angka ODP mencapai 818 orang," katanya.

"Situasi saat ini tidak normal sehingga dibutuhkan kebijakan yang tidak normal juga. Gubernur harus berani mengambil upaya dan langkah langkah serta tindakan yang luar biasa untuk mengamputasi penyebaran virus yang menghantui dunia ini," tambah Hidayat.

Halaman

(jbr/jbr)