FPI: Ponpes Bakal Melawan Jika Sidik Jari Santri Diambil

FPI: Ponpes Bakal Melawan Jika Sidik Jari Santri Diambil

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 13:16 WIB
Jakarta - Kapolri telah menegaskan takkan pernah ada pengambilan sidik jadi bagi para santri. Namun wacana ini masih laris di kalangan aktivis Islam.Pondok pesantren (ponpes) akan melakukan perlawanan langsung jika pemerintah ngotot ngambil sidik jari santri. Sebab langkah pemerintah dianggap sebagai upaya membunuh karakter ponpes.Hal itu disampaikan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq dalam diskusi mengenai Pemuda dan Radikalisme di Jakarta Media Center (JMC), Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (9/12/2005).Harusnya, kata Riziq, pondok pesantren dijadikan mitra, bukannya diawasi seperti sekarang ini. Karena itu ia berharap, pemerintah, khususnya Wapres Jusuf Kalla, tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan provokatif, seperti pengawasan terhadap ponpes dan pengambilan sidik jari para santri.Sebab saat ini wacana tersebut sudah memberikan dampak negatif bagi ponpes. Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa orangtua yang menarik anak-anaknya yang mondok di pesantren. Sementara sejumlah orangtua lainnya yang sudah mempertimbangkan anak-anaknya dimasukkan ke pesantren mengurungkan niat mereka."Jadi pernyataan Kalla adalah pernyataan yang membunuh karakter dan membunuh kredibilitas pesantren," tandasnya.Jika pemerintah meneruskan sikap ini, imbuh dia, maka ponpes akan melakukan perlawanan, seperti perlawanan opini, hukum, atau perlawanan langsung.Mengenai alasan pemerintah mengenai banyaknya teroris yang berasal dari kalangan pesantren, Riziq membantahnya. "Bukankah tokoh terorisme di Indonesia itu Dr Azahari. Kenapa tidak para doktor yang diawasi, eksekutor bisa saja korban," tegasnya.Persoalan ini menjadi rumit dengan dugaan kuat adanya rekayasa intelijen tertentu. Indikasi-indikasi itu terlihat dari mudahnya para pelaku bom Bali II difilmkan seakan-akan yang memfilmkan sudah tahu bahwa akan terjadi bom bunuh diri. Selain itu, ada cek senilai jutaan rupiah di saku salah satu pelaku dan lain sebagainya.Riziq mengaku setuju pengambilan sidik jari asalkan sasarannya tidak hanya pada santri melainkan seluruh WNI secara nasional. Dalam diskusi itu Riziq juga mengatakan, yang penting saat ini adalah mempelajari akar persoalannya yaitu dengan meminimalisir kekecewaan masyarakat dengan menghentikan ketidakadilan, gerakan dakwah sampai ke tingkat akar rumput, sehingga pemuda dapat mengetahui tentang doktrin jihad yang benar. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads