Malaysia Perangi Buku Terorisme
Jumat, 09 Des 2005 12:16 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia akan memperketat kontrol publikasi buku-buku yang mengkampanyekan terorisme dan "jihad". Langkah ini dilakukan di tengah maraknya aksi bom bunuh diri sejumlah negara.Inspeksi di titik-titik perbatasan akan ditingkatkan untuk mencegah masuknya terbitan militan ke Malaysia. Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Keamanan Dalam Negeri Malaysia Abdul Aziz Mohamad Yusof."Kementerian telah memerintahkan pejabat-pejabat untuk waspada supaya ajaran terorisme dan "jihad" bersenjata tidak menyebar luas ke masyarakat kita, mengingat konsekuensinya sangat berbahaya," ujar Abdul Aziz kepada kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Jumat (9/12/2005).Menurutnya, otoritas Malaysia telah mendeteksi adanya publikasi yang menyerukan kaum muslim untuk "berjihad" dengan melakukan aksi teror, dengan imbalan hadiah ke surga.Sebenarnya, masuknya terbitan-terbitan seperti itu ke Malaysia bukanlah hal yang baru. Namun meningkatnya ancaman teroris di seluruh dunia menjadikan isu ini lebih mengkhawatirkan.Para ekstremis Malaysia kian mendapat sorotan setelah kematian pakar bom Azahari Husin dalam baku tembak di Malang, Jawa Timur, November lalu. Apalagi gembong teroris, Noordin Moh Top belum juga ditemukan. Keduanya dituduh mendalangi serangkaian bom bunuh diri, termasuk tragedi bom Bali pada tahun 2002 yang menewaskan 202 orang.
(ita/)











































