'Negara Lockdown' Gegara Corona Makin Banyak, Ini Daftarnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 12:25 WIB
Mengikuti California, negara bagian New York di Amerika Serikat (AS) juga di-lockdown dalam upaya mengatasi pandemi virus Corona yang merajalela.
Foto: Situasi lockdown di New York, AS (Getty Images)

14. Lockdown parsial AS mulai 19 Maret

Amerika Serikat (AS) juga mulai menerapkan lockdown di sejumlah negara bagiannya. Pertama ialah negara bagian California.

Seperti dilansir AFP dan Newsweek, Jumat (20/3/2020), Gubernur California, Gavin Newsom menyatakan bahwa perintah tetap tinggal di rumah ini akan mulai berlaku pada Kamis (19/3) malam waktu setempat, hingga waktu yang belum ditentukan. Ini menjadi langkah penanganan paling dramatis yang diambil oleh sebuah negara bagian AS.

Mengikuti California, negara bagian New York di AS juga di-lockdown untuk cegah penularan Corona. Gubernur New York, Andrew Cuomo, memerintahkan para pekerja dari sektor non-essential untuk tetap di rumah dan melarang segala macam perkumpulan di luar ruangan. Cuomo menegaskan perintah ini mulai berlaku bagi lebih dari 19 juta penduduk New York pada Minggu (22/3) malam, pukul 20.00 waktu setempat.

Kemudian, kebijakan lockdown ini juga di ikuti oleh beberapa negara bagian lain seperti Ohio, Lousiana, Delaware, dan sejumlah negara bagian lainnya. Wall Street Journal melaporkan pada 24 Maret, sudah setengah dari AS yang lockdown.

15. Rwanda: 21 Maret

Rwanda merupakan negara Afrika sub-Sahara yang juga menerapkan lockdown mulai 21 Maret lalu. Seperti dilansir AFP, Minggu (22/3/2020) pemerintah Rwanda melarang warga keluar rumah. Keluar rumah hanya diperbolehkan untuk keperluan perawatan kesehatan, makanan dan pergi ke bank.

"Gerakan dan kunjungan yang tidak perlu di luar rumah tidak diizinkan," kata pemerintah Republik Rwanda dalam pernyataan resminya.


Dalam pernyataan itu juga dijelaskan bahwa semua perbatasan ditutup kecuali untuk lewatnya barang dan kargo serta warga Rwanda. Semua pusat kegiatan ditutup kecuali pasar induk. Pun ada pembatasan perjalanan antara kota dan kabupaten.

Pemerintah Rwanda pada hari Sabtu (21/3) telah mencatat 17 kasus COVID-19 di negaranya. Jumlah ini adalah yang tertinggi di wilayah Afrika Timur. Semua penerbangan komersial ke negara tersebut juga telah ditangguhkan, semua bar ditutup.

16. Lockddown lunak Bangkok Thailand: 21 Maret

Negeri Gajah Putih sudah memberlakukan lockdown dengan cara mereka sendiri, mulai di Ibu Kota Bangkok. Kini, meski belum lockdown penuh, puluhan ribu buruh migran dari negara tetangga sudah pulang duluan mengantisipasi kondisi ekonomi.

Dilansir Asia Times, Gubernur Bangkok Ashwin Kwanmuang lockdown lunak ala Thailand berlaku pada 21 Maret hingga 12 April. Semua toko hingga mal harus tutup, sekolahan hingga tempat spa juga tutup.

24 Maret, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengumumkan kondisi darurat COVID-19. Dilansir Reuters, Rabu (25/3), 60 ribu pekerja migran lantas cabut dari Thailand mengantisipasi ekonomi Thailand yang semakin memburuk, sebelum mereka benar-benar tidak bisa keluar dari negara itu. Soalnya, sejumlah perbatasan darat Thailand dengan negara tetangga sudah ditutup sejak 23 Maret: Thailand-Laos di Nakhon Phanom, Thailand-Kamboja di Sa Kaeo Province, dan semua perbatasan Thailand-Malaysia.


17. Inggris: 23 Maret

Kebijakan lockdown juga diikuti oleh Inggris. Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown selama tiga pekan untuk menangkal penyebaran virus Corona atau COVID-19. Setiap toko dan layanan jasa ditutup sementara, dengan warga dilarang untuk berkumpul.

"Tetap di rumah," tegas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3/2020).

Pengumuman lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat, setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah menjadi 335 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Inggris saat ini mencapai 6.650 kasus.

Langkah tegas ini diambil PM Johnson setelah muncul kemarahan dari pemerintah yang merasa imbauan agar warga mengurangi kontak sosial demi meminimalisasi penularan virus Corona, diabaikan oleh publik. Kerumunan orang terlihat menikmati akhir pekan di taman-taman setempat dan di area pinggiran negara itu.

18. India: 24 Maret

Kebijakan lockdown pun juga diterapkan oleh India mulai 24 Maret ini. Seluruh penduduk India mulai menjalani lockdown selama tiga pekan penuh, di tengah lonjakan kasus virus corona di negara itu.

Sebagaimana dilansir BBC, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan kepada penduduk India yang berjumlah sebanyak 1,3 miliar jiwa, bahwa satu-satunya cara menyelamatkan mereka dari virus corona adalah untuk tidak bepergian.

"Akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (24/03).

"Seluruh negeri akan lockdown, lockdown total," ujarnya kemudian.


Dia mengimbau agar orang-orang tidak panik - tetapi orang banyak dengan cepat menyerbu toko-toko di ibu kota, Delhi, dan kota-kota lain, sebelum peraturan berlaku.

Belum jelas apakah nantinya warga boleh ke luar rumah untuk sekedar membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya, setelah aturan itu diterapkan.

19. Afrika Selatan: 26 Maret

Mengikuti Rwanda, Afrika Selatan juga akan melakukan lockdown guna cegah Corona. Lockdown dimulai dari Kamis 26 Maret 2020.

Dilansir dari reuters, Selasa (24/3/2020), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah akan memberlakukan lockdown selama 21 hari secara nasional. Lockdown dimulai tengah malam pada hari Kamis untuk menahan wabah virus corona.

Dalam pidatonya kepada negara, Ramaphosa mengatakan sejumlah tentara akan dikerahkan untuk membantu polisi selama lockdown berlangsung.

Halaman

(dnu/dnu)