'Negara Lockdown' Gegara Corona Makin Banyak, Ini Daftarnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 12:25 WIB
Mengikuti California, negara bagian New York di Amerika Serikat (AS) juga di-lockdown dalam upaya mengatasi pandemi virus Corona yang merajalela.
Foto: Situasi lockdown di New York, AS (Getty Images)
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) masih terus mewabah di berbagai negara. Beberapa negara telah menerapkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah untuk membatasi penularan virus ini. Negara di Eropa hingga dataran Afrika sudah memberlakukan kebijakan ini.

Merujuk pada definisi kamus Merriam Webster, lockdown artinya ialah mengurung warga atau sebagian warga untuk sementara demi menjaga keamanan. Lockdown juga diartikan sebagai tindakan darurat di mana orang-orang dicegah meninggalkan atau memasuki suatu kawasan untuk sementara, demi menghindari bahaya.


Lockdown menjadi opsi kebijakan yang diambil oleh beberapa negara-negara terdampak virus Corona, yang sudah menilai wabah ini semakin cepat penularannya. Mulai dari China, Italia, Perancis, Amerika Serikat dan yang teranyar adalah India.

Namun, ada beberapa negara yang hanya me-lockdown sebagian wilayahnya saja. Contohnya adalah Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand.

Berikut adalah daftar 19 negara yang melakukan lockdown diurutkan secara kronologis:

1. China: 23 Januari

Negara ini menjadi asal virus Corona jenis baru (2019-nCoV). Mulai Desember 2019, virus itu merebak di Wuhan, Provinsi Hubei.

Dilansir Reuters, Ibu Kota Provinsi Hubei ini menjadi kota pertama yang di-lockdown, yakni sejak 23 Januari. Penerbangan dari dan ke Wuhan ditutup. Di Wuhan, 58 juta orang hidup dalam karantina besar-besaran.

Pembatasan ketat dilakukan. Warga yang hendak melakukan perjalanan ke luar dan masuk wilayah yang di-lockdown harus menjalani pendataaan. Jalur transportasi termasuk tol, rel kereta api, dan transportasi umum dinonaktifkan.

Kota lain di Hubei yg dilockdown: Huanggang, Ezhou, dan lain-lain di Provinsi Hubei. Kemudian, lockdown secara parsial disusul oleh kota-kota lain di luar Provinsi Hubei, termasuk Liaoning berpenduduk 41 juta jiwa, Anhui berpenduduk 62 juta jiwa, Jiangxi dihuni 46 juta jiwa, Beijing berpenduduk 22 juta jiwa, Shanghai berpenduduk 24 juta jiwa, dan Chongqing berpenduduk 30 juta jiwa.



Namun, yang teranyar pemerintah China akan mengakhiri penutupan sebagian besar provinsi Hubei pada beberapa hari mendatang dalam sebuah pengumuman pada 24 Maret lalu. Pasalnya, wabah COVID-19 sudah mulai mereda di kawasan itu.

Kota Paris yang Ramai Kini 'Mati' Gegara Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4