Simak! Buka-bukaan Terbaru Pangdam Jaya soal RS Darurat Corona Wisma Atlet

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 12:21 WIB
Mayjen Eko Margiyono Resmi Jabat Pangdam Jaya
Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen Eko Margiyono (Ibnu Hariyanto/detikcom)

Pasien Luar Daerah Berdatangan

RS darurat Corona Wisma Atlet semula didesain untuk menangani pasien terkait virus Corona di wilayah Jabodetabek saja. Namun, disebutkan, pada kenyataannya banyak pasien dari luar kota yang datang dan meminta perawatan.

"Rumah sakit ini sebenarnya didesain awal untuk menampung pasien yang berada Jabodetabek," kata Eko.

Eko lalu menerangkan, saat hari pertama RS Darurat Corona dibuka, datang pasien dari Surabaya (Jawa Timur) dan Semarang (Jawa Tengah). Akhirnya mereka tetap dilayani.

"Namun pada kenyataannya, di hari pertama saja, ada pasien yang datang dari Surabaya, Semarang. Tapi tetap kami akan menerima," ujar Eko.

Minimal 15 Tahun, Ini Kriteria Pasien yang Dirawat

Eko kemudian mengatakan RS Darurat Corona tak menerima pasien dengan umur di bawah 15 tahun. Artinya, rumah sakit ini tak akan menerima pasien Corona dengan kategori usia anak.

"Dalam penerimaan pasien ini, usia minimal 15 tahun ke atas. Jadi untuk anak-anak, kami juga tidak akan menerima." ucap dia.

Kriteria lain ialah yang masuk orang dalam pemantauan (ODP) yang usianya lebih dari 60 tahun. Warga yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) juga bisa dirawat di RS darurat Wisma Atlet.

"Jadi beberapa kriteria, kriteria pertama adalah yang ODP, itu usianya yang lebih dari 60 tahun. Kemudian komorbid terkontrol dan self handling, sedangkan yang PDP keluhan ringan, sesak ringan sampai dengan sedang, usia lebih dari 15 tahun dan COVID positif lebih dari 15 tahun, sesak ringan sampai dengan sedang, komorbid tidak ada," papar Eko.

Eko menekankan pasien yang memiliki komplikasi penyakit tidak dapat dirawat di RS darurat Wisma Atlet. Sebab, sebut dia, RS tersebut tidak didesain untuk merawat pasien dengan penyakit lain.

Karantina Mandiri

Eko menjelaskan beda RS darurat Corona Wisma atlet dengan rumah sakit lain dalam menangani COVID-19. Salah satunya adalah sistem self-quarantine atau karantina mandiri.

"Kami ingin juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa rumah sakit ini berbeda dengan rumah sakit-rumah sakit yang lain. Karena apa? Karena RS ini adalah menerapkan dengan sistem pelayanan self-handling, dengan sistem visit video call," kata Eko.

"Kedua, self-quarantine," imbuh dia.

Ada juga pembatasan kontak dengan petugas. Sementara itu, untuk perujukan pasien ke RS rujukan Corona yang telah ditetapkan pemerintah, petugas di RS darurat akan melihat kondisi si pasien.

"Yang ketiga, limitasi kontak dengan petugas, dan keempat apabila makin memberat maka akan dirujuk ke RS rujukan," sebut Eko.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4