Penting Tidaknya Susu Diperdebatkan Ahli Gizi

Penting Tidaknya Susu Diperdebatkan Ahli Gizi

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 11:53 WIB
Jakarta - Susu menjadi perdebatan. Ahli terapi nutrisi Andang Gunawan menyatakan susu tidak penting dikonsumsi. Dua pakar kesehatan gizi menentangnya. Ada yang berpendapat pernyataan Andang ngawur. Lainnya menyatakan, susu penting dikonsumsi karena merupakan sumber protein yang tak bisa digantikan makanan lain.Dua pakar yang menentang pendapat Andang yakni Pakar Kesehatan Gizi dan Veterinarian IPB Dr drh Denny Widaya Lukman dan ahli nutrisi lulusan Universitas Kyoto Jepang, drh Antimon Ilyas, PhD. Denny menyatakan setuju dengan Andang tentang pentingnya air susu ibu (ASI) hingga umur dua tahun. Namun dosen IPB itu tidak sependapat dengan Andang bahwa selepas umur dua tahun, orang tidak lagi membutuhkan susu."Hasil pertemuan Federasi Susu Internasional menyatakan susu itu penting dikonsumsi hingga akhir hayat. Susu itu sumber protein yang tak tergantikan oleh bahan lain terutama zat asam amino di dalam susu yang tak bisa diperoleh dari makanan nabati," kata Denny kepada detikcom, Jumat (9/2/2005). Ilyas juga mendukung pendapat Denny. Menurut Ilyas, susu merupakan makanan yang terlengkap yang ada di muka bumi ini. "Semua zat baik mikromineral seperti zat besi, seng, tembaga juga zat makromineral seperti kalsium, kalium, natrium juga protein, lemak, karbohidrat terkandung dalam susu. Selain itu susu juga mengandung zat kebal dari hewan yang dapat membantu untuk pertahanan tubuh," jelas Ilyas Orang yang tidak mengonsumsi susu akan kekurangan protein jika tak mendapat substitusi dari bahan makanan lain seperti daging dan telur. Jika pun mendapat subtitusi dari daging dan telur, asam amino yang ada di susu tak tergantikan. Akibat kekurangan protein akan mengganggu pertumbuhan baik pertumbuhan fisik maupun otak. "Sebenanya kalau orang yang minum susu itu, daya tahan berpikirnya lebih kuat dibanding yang tidak minum susu. Kalau ingin generasi mendatang cerdas maka jadikanlah minum susu sebagai kebiasaan, paling tidak hingga kuliah," kata Denny.Sementara Ilyas yang ahli di bidang mikromineral menegaskan, asam lemak yang ada pada susu sangat penting bagi pertumbuhan badan terutama pada balita. Jika anak-anak tidak mengonsumsi susu maka akibatnya anak-anak akan menjadi kerdil dan otaknya kurang berkembang. Selain itu orang yang tidak mengonsumsi susu cenderung mempunyai masalah pencernaan."Kalau mengatakan susu itu tak penting, itu ngawur. Orang Jepang buktinya yang dulu dikenal kerdil sekarang tinggi tubuhnya sudah lebih tinggi puluhan centi dibanding orang Indonesia. Selain itu orang Jepang juga cerdas-cerdas. Itu mengapa? Itu karena konsumsi susu mereka tinggi," papar ayah dua anak itu. Ilyas juga tak memungkiri zat-zat penting yang ada pada susu bisa digantikan sumber gizi lainnya yang berasal dari makanan sehari-hari. Namun ia mengingatkan manusia mempunyai kekomplekan tersendiri dalam mencerna makanan. "Semua bisa, saya biasa mengatur semua nutrisi dengan software untuk disatukan menjadi pakan yang bagus sekali untuk hewan. Tapi untuk manusia tidak semudah itu karena ada faktor suka dan tidak suka, dan campuran makanan menjadi lebih rumit atau komplek," jelasnya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads