Buntut Kelaparan di Papua, Depsos Kirim 13 Ton Beras

Buntut Kelaparan di Papua, Depsos Kirim 13 Ton Beras

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 11:44 WIB
Jakarta - Mencengangkan! 55 Orang meninggal akibat kelaparan di Kabupaten Yahokimo, Papua. Mengatasi kejadian itu, Departemen Sosial akan segera mengirimkan 13 ton beras ke Kabupaten Yahokimo lewat jalur udara."Lima ton sudah berangkat pagi ini. Yang 8 ton sisanya akan segera menyusul," kata Mensos Bachtiar Chamsyah sebelum upacara penghargaan ketahanan pangan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (9/12/2005).Selain beras, kata dia, Depsos juga mengirimkan obat-obatan dan bahan pangan lainnya. Seluruh logistik nantinya akan diposkan di Timika. Hal ini untuk memudahkan distribusi ke lokasi kejadian dengan menggunakan sarana transportasi udara.Presiden SBY, kata Bachtiar, telah menginstruksikan pihak TNI untuk membantu pendistribusian tersebut.Lebih lanjut Mensos mengatakan, untuk ke depan, bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk beras, atau lauk-pauk seperti sekarang ini, melainkan dalam bentuk umbi-umbian yang memang merupakan makanan pokok masyarakat Papua."Kita sedang mengitung-hitung biaya pembelian umi-umbian yang lebih murah di Timika atau lainnya," kata kader PPP itu.Selain itu, Depsos di Papua akan didorong untuk melakukan sosialisasi kepada warga setempat tentang metode bercocok tanam umbi-umbian modern. "Sekarang ini mereka masih menggunakan metode bercocok tanam secara tradisional yang hasilnya pun tidak maksimal," tutur dia.Mensos mengaku heran atas terjadinya bencana kelaparan tersebut. Sebab, sejauh ini belum ada laporan mengenai rawan pangan di daerah tersebut. Seharusnya kalau terjadi kelaparan bisa segera diatasi pejabat di daerah. Sebab di tiap kabupaten ada gudang Depsos dan Bulog yang memiliki cadangan beras minimal 50 ton. (san/)


Berita Terkait