RS Darurat Corona Awalnya untuk Jabodetabek, tapi Banyak Pendaftar Luar Daerah

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 10:28 WIB
Mayjen TNI Eko Margiyono resmi menjabat sebagai Pangdam Jaya menggantikan Mayjen TNI Joni Supriyatno. Sertijab dilakukan di halaman Kodam Jaya, Jakarta.
Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

RS Darurat Corona Wisma Atlet, Kemayoran, ternyata semula didesain untuk menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19) di wilayah Jabodetabek saja. Namun, disebutkan, pada kenyataannya banyak pasien dari luar kota yang datang dan meminta perawatan.

"Rumah sakit ini sebenarnya didesain awal untuk menampung pasien yang berada Jabodetabek," kata Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

Eko lalu menerangkan, saat hari pertama RS Darurat Corona dibuka, datang pasien dari Surabaya (Jawa Timur) dan Semarang (Jawa Tengah). Akhirnya mereka tetap dilayani.

"Namun, pada kenyataannya, di hari pertama saja ada pasien yang datang dari Surabaya, Semarang. Tapi tetap kami akan menerima," ujar Eko.

Eko kemudian mengatakan RS Darurat Corona tak menerima pasien dengan umur di bawah 15 tahun. Artinya, rumah sakit ini tak akan menerima pasien Corona dengan kategori usia anak.

"Dalam penerimaan pasien ini, usia minimal 15 tahun ke atas. Jadi untuk anak-anak, kami juga tidak akan menerima." ucap dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data pada Rabu (25/3) sore kemarin, jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona sebanyak 790 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang.

"Koreksi data 686 pasien positif kemarin, menjadi 685 kasus. Ditambah hari ini ada 105, sehingga totalnya 790 kasus," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan pers, kemarin.

"Kasus yang meninggal ada 58 orang. Kasus yang sudah sembuh ada 31 orang," lanjut Yuri.

Pangdam Jaya: Skenario Terburuk, Bisa 8.000 Positif Corona di DKI:

(aud/fjp)