RS Darurat Corona Terapkan Karantina Mandiri-Sistem Visit Video Call

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 10:16 WIB
Wisma atlet Kemayoran akan dipakai menjadi rumah sakit (RS) untuk pasien corona (covid-19). Berbagai peralatan mulai dipasang.
Foto: RS Darurat Corona (Pool/BUMN)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menjelaskan beda RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran dengan rumah sakit lain dalam menangani COVID-19. Salah satu yang membedakan adalah sistem self-quarantine atau karantina mandiri.

"Kami ingin juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa rumah sakit ini berbeda dengan rumah sakit-rumah sakit yang lain. Karena apa? Karena RS ini adalah menerapkan dengan sistem pelayanan self-handling, dengan sistem visit video call," kata Mayjen Eko dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

"Kedua, self karantina," imbuh dia.

Di RS Darurat Corona Wisma Atlet ini ada juga pembatasan kontak dengan petugas. Sementara itu, untuk perujukan pasien ke RS rujukan Corona yang telah ditetapkan pemerintah, petugas di RS darurat akan melihat kondisi si pasien.

"Yang ketiga limitasi kontak dengan petugas dan keempat apabila makin memberat maka akan dirujuk ke RS rujukan," sebut Eko.

Per Rabu (25/3), pemerintah menyatakan ada 790 kasus positif Corona. Pasien meninggal dunia ada 58 orang dan yang sembuh 31 orang.

RS Darurat Wisma Atlet Dibuat untuk Kurangi Beban RS Rujukan Corona:

(gbr/tor)