Kisah Sudjiatmi di Balik Sukses Jokowi: Anak Saya Seorang Pemberani

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 23:17 WIB
Sujiatmi Notomihardjo
Foto: Sudjiatmi Notomihardjo (dok Marketeers)
Jakarta -

Kepergian Sudjiatmi Notomihardjo ke hadapan Sang Khalik membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpukul. Betapa tidak, ibundanya adalah sosok yang selama ini terus mendukung dan mendoakan setiap langkahnya.

Sudjiatmi adalah saksi perjalanan hidup Jokowi dari kecil, remaja, menjadi pebisnis, hingga terjun ke dunia politik. Dia tidak pernah mengira anaknya bakal menjadi orang nomor satu negeri ini. Sujiatmi mengenal betul karakter Jokowi yang ia lahirkan di RS Brayat Minulyo, Solo, pada 21 Juni 1961.

Mengikuti karier politik Jokowi yang terus melejit, Sujiatmi Notomiharjo mengaku hanya bisa memberi restu. Perempuan ini senantiasa menaruh kepercayaan dan mendoakan meskipun jalan hidup yang ditempuh anaknya ini tidak gampang dan penuh risiko.

"Saya tidak punya kekhawatiran. Kalau dia sudah mempertimbangkan masak-masak, ya saya tinggal mendukung agar dia tetap menjalaninya. Bahkan, ketika dia pernah "dikuyo-kuyo" di Jakarta, saya tidak pernah memintanya untuk pulang ke Solo. Saya yakin anak saya seorang pemberani," kata Sudjiatmi ramah di kediaman Jokowi di Surakarta saat diwawancarai Marketeers bersama dengan pakar marketing Hermawan Kartajaya pada 2014 silam, selang beberapa hari setelah Pemilihan Presiden.

Menurut Sujiatmi, salah satu karakter yang melekat dalam diri Jokowi sampai saat ini adalah karakternya sebagai seorang pengusaha. Menurut Sudjiatmi, bakat bisnis yang dimiliki Jokowi terbentuk karena keluarga. Ayah Sujiatmi atau kakek Jokowi sudah lama menjadi seorang pengusaha. Bakat pengusaha ini kemudian menurun ke pakdhe Jokowi bernama Miyono dengan usaha kayunya CV Roda Jati. Sementara, suami Sudjiatmi, Notomiharjo, juga merupakan seorang pengusaha kayu dan bangunan rumah.

Diceritakan Sudjiatmi, pada tahun 1985, usai lulus sebagai insinyur kehutanan dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Jokowi sempat bekerja di PT Kertas Kraft Aceh. Di BUMN tersebut, Jokowi ditempatkan di Hutan Pinus Merkusii, Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Setelah dua tahunan, Jokowi tidak betah bekerja di sana apalagi saat itu istrinya Iriana jelang melahirkan anak pertama. Menurut dia, alasan Jokowi keluar dari perusahaan tersebut lantaran dia tak mau disuruh-suruh oleh orang lain lagi.

Kisah Sujiatmi di Balik Sukses Jokowi: Anak Saya Seorang PemberaniIbundaJokowi Sudjiatmi Notomihardjo saat wawancara eksklusif dengan detikcom Foto: Muchus BR/detikcom

"Saya tanya kenapa tidak mau balik ke sana. Dia kembali menjawab 'saya tidak mau, Bu. Saya tidak mau diperintah oleh orang lain'. Saya tanya lagi, kalau kamu kerja dengan orang lain tetapi tidak mau diperintah, kamu mau kerja apa. Jokowi menjawab, 'saya ingin membuka usaha sendiri'," kenang perempuan kelahiran Desa Gumukrejo, Boyolali, Jawa Tengah, 15 Februari 1943 ini.

Pulang dari Aceh, Jokowi bekerja di CV Roda Jati milik Miyono, pakdhenya. Pada tahun 1988, Jokowi memutuskan keluar dari pekerjaannya. Miyono sempat melarang. Tetapi, Jokowi bertekad untuk membuka usaha sendiri. Pada tahun tersebut, Jokowi mendirikan usaha mebelnya dengan nama CV Rakabu yang diambil dari nama anak pertamanya, Gibran Rakabuming.

Perjalanan bisnis Jokowi tak lepas dari suka duka. Sudjiatmi menceritakan bahwa Jokowi pernah tertipu ketika berbisnis dengan orang lain. Pada tahun 1990-an, Jokowi mengirimkan barang pesanan orang ke Jakarta. Tetapi, begitu barangnya sampai, orang tersebut tidak pernah membayar ke Jokowi. Jokowi merugi Rp 60 jutaan.

"Saat itu, modalnya habis. Awalnya, dia agak putus asa. Tetapi, saya sebagai ibunya selalu mendorongnya agar terus maju dan tidak putus asa. Dan, dia selalu mendengarkan sekaligus mematuhi nasihat saya," kata Sudjiatmi.

Tampaknya, Sudjiatmi merupakan modal semangat dan spiritual bagi Jokowi dalam memutar roda bisnisnya. Sampai akhirnya, usaha Jokowi mulai moncer. Jokowi rajin ikut pameran bertaraf Internasional dan mulai ekspor. Pasar ekspornya terbentang dari Singapura, Eropa, dan Amerika. Bahkan, Jokowi harus bolak-balik ke berbagai negara untuk melihat pasar dan mencari peluang baru.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3