Gus Solah: Ambil Sidik Jari Santri, Pemerintah Tak Cerdas

Gus Solah: Ambil Sidik Jari Santri, Pemerintah Tak Cerdas

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 11:26 WIB
Jakarta - Meski sudah ada bantahan dari Kapolri, namun wacana pengambilan sidik jari santri terus menuai kritik. Adik kandung Gus Dur, Salahuddin Wahid, bahkan menganggap hal itu sebagai tindakan tidak cerdas alias bodoh."Itu tidak benar. Itu cara yang sangat tidak cerdas," cetus Gus Solah, panggilan akrab Salahuddin Wahid di sela pembacaan ikrar Pelajar Bersih, Transparan dan Profesional di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (9/12/2005).Ide yang diusung Polri itu, imbuh Gus Solah, menunjukkan kecurigaan yang terlalu berlebihan terhadap santri-santri di pondok pesantren.Harusnya pemerintah mencari solusi yang bisa diamini semua pihak. Pemerintah, imbuh Gus Solah, harus duduk bersama-sama dengan tokoh Islam dan kalangan pesantren untuk membicarakan masalah itu bersama-sama. "Bukannya dengan cara represif," tandas dia.Jika pemerintah memaksakan hal itu, jelas-jelas pemerintah menerapkan cara-cara Orde Baru yang menghalalkan segala cara. "Jadi jelas itu tidak benar," tegas Gus Solah lagi.Polri sebelumnya berencana mengambil sidik jari santri dan alumni pondok pesantren untuk memudahkan pengawasan atas aksi terorisme.Pengambilan sidik jari itu 'direstui' Wapres Jusuf Kalla. Menurut Kalla, kegiatan pengambilan sidik jari di sejumlah pesantren tidak semata-mata terkait dengan terorisme. Pengambilan sidik jari adalah kelengkapan identitas yang idealnya diberikan seluruh warga negara. Namun Kapolri Jenderal Pol Sutanto pada Kamis kemarin menegaskan tidak ada pengambilan sidik jari santri. (umi/)


Berita Terkait