BPJS Kesehatan & IDI Beri Bantuan APD untuk Tenaga Medis

Abu Ubaidillah - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 10:54 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Republika memberi bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) kepada tenaga medis dan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. APD tersebut adalah hasil aksi penggalangan dana Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona (GEBAH CORONA) dan diserahkan ke RSAL Mintohardjo, RS Pelni, dan RS Said Sukanto.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris seusai acara penyerahan bantuan APD di Kantor Pengurus Besar (PB) IDI menyebut sudah mulai saatnya bergerak untuk melindungi tenaga medis yang telah mempertaruhkan kesehatan bahkan nyawanya demi melindungi masyarakat.

"Apalagi di tengah kondisi saat ini APD sulit dicari karena banyaknya kebutuhan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat mendukung kelancaran para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Adapun APD yang diserahkan, menurut Fachmi antara lain masker bedah, baju pelindung medis, baju APD lengkap, hand sanitizer, serta kipas disinfektan yang akan diserahkan pada tenaga medis yang bertugas di lapangan. Selain APD, BPJS Kesehatan juga menyalurkan donasi tambahan yang berasal dari GEBAH CORONA.

"Gotong royong bersama ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga medis yang bertugas melayani masyarakat di tengah pandemi virus corona," lanjut Fachmi.

Fachmi berharap agar langkah ini dapat menginspirasi masyarakat luas, serta instansi lainnya untuk turut bergerak mendukung kerja tenaga medis agar dapat melakukan pekerjaannya dengan aman karena angka pasien positif corona di Indonesia terus meningkat sudah lebih dari 600 kasus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih berterimakasih kepada BPJS Kesehatan dan Republika yang menginisiasi gerakan kemanusiaan ini. Menurutnya, bantuan APD akan didistribusikan ke rumah sakit dan berharap kedepannya BPJS Kesehatan dan Republika dapat memperluas bantuan ke rumah sakit lainnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi yang turut hadir pada acara tersebut meminta dukungan IDI untuk terjun langsung ke lapangan memfasilitasi tenaga kesehatan yang membutuhkan bantuan APD.

Menurutnya, meski tidak mudah mencari APD pada kondisi sekarang, namun pihaknya akan terus berupaya membantu melindungi keselamatan tenaga medis di lapangan.

"Dompet donasi BPJS Kesehatan dan Republika juga masih terus kami buka untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi," lanjutnya.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, dapat memberi donasi dengan cara transfer ke PT Republika Media Mandiri melalui Bank BCA dengan nomor rekening 375.305.177-1 atau Bank Mandiri dengan nomor rekening 127.00.9090909-2.

Direktur Utama RSAL Mintohardjo dr Wiweka mengapresiasi PB IDI dan berbagai pihak yang berkontribusi membantu mengendalikan penyebaran corona agar tidak meluas ke fasilitas kesehatan minimal sarana dan prasarananya. Ia berharap wabah ini dapat segera berlalu.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Utama RS Pelni dr Dewi F. Fitriana yang menyebut bahwa merawat pasien yang diisolasi bukan perkara mudah, apalagi dengan jumlah pasien yang terus bertambah. Maka dari itu, pihaknya terus mengubah sebagian ruangan RS Pelni menjadi ruang isolasi.

Kepala RS Said Sukanto dr Rusdianto yang turut menghadiri acara tersebut mengatakan pihaknya telah bersiap mendirikan posko penanganan khusus kasus corona di rumah sakitnya. Menurutnya, kasus ini seperti bola salju, makin lama makin banyak.

"Meski kami sudah mengantisipasinya, namun kebutuhan alat medis terus bertambah. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada IDI, BPJS Kesehatan, dan Republika atas bantuan yang diberikan," paparnya.

Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Jokowi Minta Dasar Hukum Baru:

(ega/ega)