6 Petugas Medis Meninggal Dunia, Kemenkes: Jangan Khawatir Ikuti SOP

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 08:35 WIB
Pemerintah telah menunjuk 100 rumah sakit dalam upaya penanganan virus corona. Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, salah satunya.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi informasi mengenai meninggalnya tenaga medis yang meninggal karena menangani Corona. Kemenkes memastikan para petugas medis sudah diberikan alat pelindung diri dan standard operasional prosedur dalam menangani penyakit sangat menular.

"Iyes bisa saya pastikan (keamanan petugas medis), jadi begini, pada prinsipnya seluruh penanganan penyakit atau dokter atau tenaga kesehatan ke pasiennya itu semua ada SOPnya apa lagi penyakit infectious ini, semua ada SOPnya dan seluruhnya tunduk pada SOP itu dan dilaksanakan," kata Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Busroni memastikan para petugas medis tidak akan diperbolehkan bekerja jika tidak menggunakan alat pelindung diri sesuai standar. Dia meminta semua petugas medis untuk taat terhadap standar operasional prosedur tersebut.

"Tidak akan diperbolehkan dan diperkenankan apabila tidak lengkap APDnya, itu kan infectious ya, jadi satu memberi pelayanan kesehatan pada pasien, yang satu juga melindungi tenaga kesehatan dari resiko itu. Maka itu Kementerian Kesehatan selalu anjurkan untuk tetap mengikuti panduan SOP daripada pelayanan kesehatan," ucap Basroni.

Basroni juga meminta agar para petugas medis serta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terkait keamanan petugas medis. Dia mengimbau agar para petugas medis ikuti SOP dan gunakan APD.

"Tidak usah khawatir, yang jelas tunduk dan patuhlah pada SOP kesehatan dimanapun pelayanan kesehatan itu diberikan, apalagi penyakit menular ini, tanpa APD lengkap tidak boleh. Aman jadi, maka itu pemerintah memasok mengupayakan APD APD tersiapkan," ujarnya.

Redaksi melakukan pengubahan judul dan sebagian isi berita karena adanya misintepretasi dari informasi yang disampaikan oleh pihak RSPI Sulianti Saroso mengenai jumlah tenaga medis yang meninggal. RSPI SS menyatakan jumlah 6 tenaga medis yang meninggal tersebut merupakan jumlah total keseluruhan, bukan dari pihak RSPI SS. Redaksi meminta maaf atas kekeliruan pada berita sebelum diubah.

Tangani Pasien Corona, Tim Medis Kenakan Berlapis-Lapis APD:

(maa/dwia)