Seluk Beluk Hantavirus, Pernah Ditemukan di Banten 2009 Silam

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 08:27 WIB
Ilustrasi tikus
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Belum usai virus Corona, warganet sudah ramai memperbincangkan virus lain, yakni Hantavirus. Nama virus tersebut sempat nangkring di Google Trends. Tahukah Anda, bahwa Hantavirus jenis baru sempat ditemukan di Kota Serang, Banten?

Indrawati Sendow, NLPI Dharmayanti, M Saepullah, dan RMA Adjid melaporkan penelitian mengenai Hantavirus yang dimuat di Jurnal Wartazoa tahun 2016. Penelitian itu berjudul 'Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu diantisipasi Keberadaannya di Indonesia', diakses detikcom dari situs Kementerian Kesehatan RI, Rabu (25/3/2020).

Hantavirus adalah virus yang disebarkan oleh hewan pengerat (tikus) dan menyebabkan beragam penyakit pada manusia. Hantavirus ini menular dari tikus ke manusia lewat uap dari urin, tinja, ludah, dan gigitan. Namun demikian, manusia tidak bisa menularkan hantavirus ke manusia lainnya.

Ada pula Hantavirus jenis Hantaan (HTNV) dengan tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) 10% dari yang positif terjangkit, jenis Seoul (SEOV) dengan tingkat kematian 1-2%, dan Puumala virus (PUUV) dengan tingkat kematian rendah sebesar 0,1% saja.

Disebutkan dalam penelitian Indrawati Sendow dkk, Hantavirus memang belum banyak diketahui di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada di Indonesia. Kasus Hantavirus jenis Hantaan (HTNV), Seoul (SOEV), dan Puumala (PUUV) sudah ditemukan di Indonesia.

Ada laporan yang unik dari Kota Serang, Banten. Di kota ini ada kasus Hantavirus jenis baru dan dinamakan Hanta strain Serang atau Serang Virus (SERV). Virus itu ditularkan oleh tikus rumah. Kasus Hantavirus dari Serang dilaporkan peneliti muncul tahun 2009.

Tangani Pasien Corona, Tim Medis Kenakan Berlapis-Lapis APD:

Selanjutnya
Halaman
1 2