Round-Up

Corona Makin Gawat, Ujian Nasional Dihapus Setahun Lebih Cepat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 07:11 WIB
Sebanyak 401 siswa-siswi SMA N 70 Jakarta pada hari ini Senin (4/4/2016) menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena keterbatasan server dan komputer yang ada dan dimiliki SMA N 70, Ujian dibagi menjadi 3 sesi yakni mulai pagi hingga siang menjelang sore hari. Selama tiga hari ke depan, para siswa dan siswi  SMA sederajat di seluruh Indonesia menyelenggarakan Ujian Nasional secara serempak. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi UN Berbasis Komputer--pelaksanaan UN 2020 kini resmi dihapus untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia yang semakin cepat membuat ujian nasional (UN) tahun 2020 dihapus. Kebijakan ini mempercepat penghapusan UN yang seharusnya dilakukan tahun 2021.

Penghapusan UN 2020 awalnya sudah dibicarakan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi isu pendidikan. Rapat menyepakati UN 2020 ditiadakan karena virus corona. Keputusan ini kemudian dibawa ke dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi akhirnya memutuskan menghapus UN 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. UN 2020 ditiadakan untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta di madrasah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Presiden Jokowi memutuskan menghapus UN 2020.Presiden Jokowi memutuskan menghapus UN 2020. (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)



"Presiden Joko Widodo memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020 yang sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021," kata Jubir Presiden Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

Jalan Berliku Penghapusan Ujian Nasional:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3