Hadapi Corona, PAN DKI Dorong Dana Kunker DPRD Dialihkan Untuk Masker-APD

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 25 Mar 2020 01:21 WIB
Zita Anjani dkk usai menyerahkan LHKPN (Haris Fadhil/detikcom)
Foto: Zita Anjani dkk usai menyerahkan LHKPN (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mendorong agar dana DPRD DKI untuk kunjungan kerja hingga sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) dialihkan. Dana ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu kelengkapan warga dalam menghadapi Corona.

"Saya ingin mendorong agar semua dana DPRD DKI, yang tadinya dialokasikan untuk sosialisasi Perda, rapat, kunjungan kerja, dan dana yang bertujuan membuat keramaian, dapat dipindahkan untuk bantuan pangan bagi warga miskin, masker gratis, APD, dan hand sanitizer," ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).


Selain itu Zita yang juga merupakan Penasihat Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), juga meminta agar pemerintah dapat memikirkan masyarakat yang rentan secara ekonomi di tengah pandemi Corona. Salah satu hal yang perlu diperhatikan menurutnya yaitu harga pangan.

"Saya ingin memohon kepada Pemerintah pusat dan daerah, untuk memikirkan bagaimana nasib rakyat kecil. Apakah ada subsidi makanan sehari-hari untuk mereka? BLT? Kompensasi untuk warga yang miskin? Sudahkan operasi pasar dan cek apakah pangan kita cukup untuk hari-hari ke depan? Sejauh mana kita akan mampu bertahan?," kata Zita.

"Sedih sekali, akhir-akhir ini mulai sering mendengar jeritan rakyat kecil di tengah cobaan wabah covid-19. Mereka yang rentan secara ekonomi, memenuhi kebutuhan pangan saja tidak pasti. Sekarang, banyak dari kita harus berhenti bekerja," sambungnya.


Tidak hanya itu, Zita meminta pihak Kepolisian untuk ikut membantu dalam menjaga keterpenuhan pangan bagi masyarakat. Menurut Zita, hal ini bisa dilakukan dengan memperingati atau menangkap oknum yang terbukti menimbun dan menaikan harga pangan.

"Untuk Ibu-Bapak Polisi, saya rasa kontribusi Ibu-Bapak sangat dibutuhkan hari ini. Mohon peringatkan dan tangkap semua orang yang berniat menimbun makanan dan pangan. Orang-orang yang mencari keuntungan di tengah derita bersama yang kita sedang hadapi," tuturnya.

(dwia/dwia)