Pernyataan Lengkap Mendikbud Nadiem soal Peniadaan UN karena Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 13:42 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Ujian Nasional (UN) yang sedianya digelar tahun ini ditiadakan karena imbas virus Corona. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menyetujuinya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim peniadan UN ini demi menjaga keamanan siswa dan keluarganya dari imbas Corona.

"Alasan nomor 1, prinsip dasar Kemendikbud adalah keamanan dan kesehatan siswa-siswa kita, dan keamanan keluarga siswa-siswa itu. Kalau melakukan UN di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan bukan hanya untuk siswa-siswa, tapi juga keluarga dan kakek nenek, karena jumlah sangat besar, 8 juta yang tadinya dites UN," kata Nadiem dalam keterangan pers, Selasa (24/3/2020).

"Tidak ada yang lebih penting dari pada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga, sehingga UN dibatalkan untuk 2020," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa 'Mas Menteri' ini mengingatkan bahwa UN bukan syarat kelulusan siswa. Selain itu, sebut dia, UN bukan syarat seleksi masuk perguruan tinggi.

"Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi. Saya rasa di Kemendikbud, lebih banyak risikonya daripada benefit untuk lanjutkan UN," jelasnya.

Berikut ini pernyataan lengkap Mendikbud Nadiem Makarim terkait peniadaan UN di tengah wabah Corona:

Alasan nomor 1 adalah prinsip dasar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah yang terpenting adalah keamanan dan kesehatan dari siswa-siswa kita. Dan tentunya juga keamanan keluarga mereka. Dan keamanan kakek neneknya, siswa-siswa tersebut. Kalau pun kita melakukan UN di dalam tempat-tempat pengujian, yang harus dikumpulkan, itu bisa menimbulkan resiko kesehatan yang sangat besar.

3 Opsi Jokowi untuk Nasib Ujian Nasional 2020:

Selanjutnya
Halaman
1 2