DPRD Surabaya Dorong Perkuat Solidaritas Sosial Hadapi Covid-19

inkana Putri - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 13:16 WIB
Para lurah di Kota Surabaya hendaknya melakukan pengawasan terhadap pungutan yang dikenakan pada warga melalui peraturan RT dan RW. Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendorong penguatan solidaritas sosial di masyarakat dalam penanganan virus Corona (Covid-19). Hal ini dapat memperkuat seluruh upaya penanganan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota.

"RT, RW, LPMK, seluruh tokoh dan elemen masyarakat, bisa terlibat aktif dalam menjaga lingkungan. Seperti mencegah pengumpulan orang, yang telah diserukan pemerintah dan aparat keamanan," kata Adi dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

Adi menjelaskan Pemkot Surabaya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/3324/436.8.4/2020, beberapa hari lalu. Ada 16 poin, di antaranya penghentian sementara tempat wisata, konser musik, tempat hiburan malam, kegiatan keagamaan, Posyandu balita dan lansia, yang mengumpulkan massa.

"Kita menghadapi lawan yang tidak kasat mata, yaitu virus yang sangat cepat penularannya. Maka, tindakan preventif sangat berguna. Dengan cara hidup sehat, serta membatasi keluar rumah," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya merilis website https://lawancovid-19.surabaya.go.id. Rilis itu real time perkembangan data penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Surabaya

"Wali Kota Bu Risma sudah tepat. Melakukan itu, demi menjaga keselamatan masyarakat. Mendorong warga tinggal di rumah masing-masing, sehingga tidak terjadi pengumpulan orang, dan mengurangi penyebaran virus Corona,"ujarnya.

Data Pemerintah Kota Surabaya mencatat, 23 orang terkonfirmasi positif Covid-19, tersebar di 19 kelurahan. Jumlah orang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 134 orang di 65 kelurahan. Sementara jumlah orang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 7 orang di 7 kelurahan.

"Pemerintah Kota Surabaya telah memaparkan pada publik peta sebaran Covid-19 per kelurahan. Dan, website itu bisa diakses masyarakat luas," katanya.

Adi menyerukan penguatan solidaritas sosial dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Ia juga menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemuka agama, mulai tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, dan aliran kepercayaan.

"Bersama-sama kita memperkuat solidaritas sosial, memperkuat gotong-royong, saling menjaga satu sama lain, saling mengingatkan, dalam menghadapi Covid-19," ujarnya.

Para tokoh lintas agama itu telah mengajak umatnya masing-masing untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, diiringi ikhtiar maksimal seperti menerapkan pola hidup sehat, serta mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan pembatasan interaksi (social distancing).

"Terima kasih para pemuka agama yang juga dengan kebijaksanaan luar biasa menunda sejumlah kegiatan keagamaan. Kebersamaan ini modal sosial bagi Surabaya untuk menghadapi penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Menurut Adi, saat ini telah muncul keterlibatan masyarakat dalam menangani Covid-19 di tengah upaya keras Pemkot Surabaya bersama semua aparat keamanan.

"Dari masyarakat telah muncul penyemprotan desinfektan terhadap tempat-tempat ibadah, serta balai pertemuan. Ini melengkapi yang dikerjakan Pemkot Surabaya dan aparat keamanan," katanya.

Risma dan Realisasi Bilik Steril untuk Cepat Tanggap Corona:

(akn/ega)