Pandemi Corona, Pendapatan Ojol-Taksi Online Babak Belur di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 13:02 WIB
Suasana jalanan di salah satu sudut di Pekanbaru (Chaidir Tanjung/detikcom)
Suasana jalanan di salah satu sudut di Pekanbaru. (Chaidir Tanjung/detikcom)
Pekanbaru -

Pendapatan para driver ojek online (ojol) dan taksi online di Pekanbaru babak belur imbas pandemi Corona. Pendapatan dalam tiga hari terakhir bagi taksi online turun hingga 90 persen.

"Kondisi paling parah tiga hari ini, sejak semua kafe dan warung-warung banyak yang tutup. Ini membuat orderan sepi," kata Andika Orin (34) sopir taksi online dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (24/3/2020).

Andika bercerita, pendapatannya mulai terasa turun setelah semua sekolah libur dalam pencegahan Corona. Pemindahan belajar dari ruang kelas ke rumah, mulai terasa sepi.

"Hanya saja, saat itu baru sekolah saja yang tak ada aktivitas. Masih banyak warung, kafe yang buka, masih ada pelanggan. Sekarang, semuanya serba tutup, sudah dua hari ini saya tak dapat orderan," kata Andika.

Satu sisi, Andika yang baru ambil mobil lewat leasing ini harus membayar angsurannya Rp 3 juta per bulan.

"Mau uang dari mana nutupi angsuran ini kalau kondisinya seperti sekarang," keluh Andika.

Hal senada disampaikan driver ojol bernama Papari (36). Dia menyebutkan, pendapatannya tidak terjun bebas seperti para driver online. Dia merasakan penurunannya 35-40 persen saja.

"Kalau orderan penumpang benar-benar sepi. Tapi masih ada orderan makanan. Inilah yang sedikit membantu," kata Papari.

Namun orderan makanan pun tentunya tak seramai sebelum ada wabah Corona. Sekarang kondisi orderan makanan mulai sepi karena banyak warung dan kafe yang tutup di Pekanbaru.

Papari juga masih mengangsur motornya. Dia mengakui sepinya pesanan membuat pendapatannya menurun.

"Ya pasti sepi (banyak warung dan kafe tutup). Ya turunlah pendapatan kami sekitar 35-40 persen," kata Papari.

Corona Merebak, Layanan Transportasi Gojek-Grab Sepi Orderan:

(cha/jbr)