Cerita Jokowi soal Keluhan Tukang Ojek-Nelayan yang Terdampak Kebijakan Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 10:26 WIB
Presiden Jokowi menggelar konferensi pers di Istana Bogor mengenai penanganan virus corona Covid-19.
Presiden Jokowi (Pool/Biro Pers Setpres/Muclis Jr)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan beragam keluhan. Keluhan itu sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dalam penanganan virus Corona (COVID-19).

Keluhan salah satunya datang dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jokowi mengatakan banyak UMKM yang mengeluhkan sepinya omzet dan khawatir karena memiliki cicilan atau kredit.

"Kemudian adanya keluhan dari UMKM. Kita kemarin sudah berbicara dengan OJK, OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah RP 10 miliar, baik kredit perbankan maupun industri keuangan nonbank akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga," kata Jokowi dalam ratas soal virus Corona bersama menteri dan gubernur yang disiarkan langsung oleh Setpres, Selasa (24/3/2020).

Keluhan yang sama datang dari tukang ojek, sopir taksi, dan nelayan. Jokowi mengatakan keluhan terutama datang dari mereka yang memiliki cicilan atau kredit.

"Keluhan saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, ataupun nelayan yang sedang memiliki kredit perahu," tuturnya.

Jokowi pun meminta mereka tak khawatir. Dia memastikan pelaku UMKM, sopir taksi, tukang ojek, ataupun nelayan akan diberi relaksasi angsuran hingga setahun.

"Saya kira ini juga perlu disampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran atau relaksasi selama 1 tahun," pungkas Jokowi.

Corona Merebak, Layanan Transportasi Gojek-Grab Sepi Orderan:

(mae/fjp)