Physical Distancing Lebih Cocok Dibanding Social Distancing

ADVERTISEMENT

Round-Up

Physical Distancing Lebih Cocok Dibanding Social Distancing

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 08:59 WIB
social distancing
Foto: Ilustrasi social distancing (shutterstock)

Wiku menegaskan physical distancing ini harus benar-benar diterapkan. Seluruh elemen masyarakat diminta mematuhinya.

"Yang agar dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat," jelas Wiku.

Hal senada juga disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud menuturkan, penyebutan 'physical distancing' dirasa lebih pas untuk konteks menjaga jarak fisik terkait pencegahan virus Corona (COVID-19).

"Kemarin disepakati 'social distancing' itu nampaknya kurang bagus, lalu ada istilah 'physical distancing' yang lebih dianjurkan lagi untuk menggunakan istilah jarak fisik," kata Mahfud dalam live konpers kepada Wartawan, Senin (23/3/2020).


Mahfud mengatakan bahwa pemerintah mengimbau ada jarak yang harus dijaga dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, dianjurkan menjaga jarak sekitar 1 meter kemudian mencuci area wajah, tangan, serta pakaian yang digunakan setelah melakukan pertemuan dengan orang lain.

"Itu yang ditempuh oleh pemerintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain tuh dihindari kalau tidak sangat penting, kalau sangat penting jaraknya diatur 1 meter dan membersihkan diri tangan, wajah, baju, dan sebagainya. Itu supaya dilakukan oleh masyarakat atas bimbingan pemerintah physical distancing," tuturnya.

Meski ada perubahan penyebutan menjadi 'physical distancing', lanjut Mahfud, hal itu tidak mengubah kebijakan apa pun. Pyshical distancing dirasa lebih pas jika ditakar dari konteks budaya masyarakat Indonesia.

"Usulan penyebutan 'social distancing' itu dianggap apa namanya tidak sesuai dengan budaya kita, seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Oleh sebab itu, namanya bukan 'social distancing', tapi 'physical distancing'," imbuhnya.


(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT