Iran: Pindahkan Saja Israel ke Eropa

Iran: Pindahkan Saja Israel ke Eropa

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 06:07 WIB
Jakarta - Kemarahan Presiden Iran Mahmoud Ahamdinejad terhadap Israel yang kerap berbuat sewenang-wenang terhadap negara-negara Islam seperti Palestina makin memuncak. Dia meminta agar Israel seharusnya dipindahkan ke Eropa.Bahkan dia meminta kepada Jerman dan Austria, jika kedua negara itu merasa bertanggungjawab atas pembantaian orang Yahudi, maka mereka harus memberikan tanah untuk membuat negara Israel. "Kalian yang menindas mereka, jadi berikanlah sebagian wilayah Eropa kepada Zionis itu agar mereka bisa membuat pemerintahan sesuka hati mereka," kata Ahmadinejad ketika berada di Mekah, Jumat (9/12/2005).Ucapan Presiden Iran itu tentunya langsung tanggapan dari para pelindung Israel seperti Amerika Serikat. Israel pun tak ketinnggalan ikut-ikutan memprotes itu seperti induk semangnya. "Sayangnya, ini bukan pertama kali presiden Iran menyatakan gagasan yang paling kasar menyangkut Yahudi dan Israel," kata jurubicara departemen luarnegeri Israel, Mark Regev. Rogev menuding, Iran tidak hanya menjadi masalah bagi Israel, melainkan juga bagi seluruh masyarakat internasional.Juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan, mengatakan komentar pemimpin Iran itu memperkuat kekhawatiran negara adi daya yang selalu ikut campur terhadap masalah negara lain itu, terhadap Iran. "Dan lebih kuat pula alasan mengapa rezim itu tidak boleh memiliki kemampuan untuk membuat senjata nuklir," katanya.Ahmadinejad sebelumnya juga sempat memancing kemarahan karena mengimbau agar Israel dihapuskan dari peta. Dalam komentarnya yang terbaru ini, dia menuduh pemerintah-pemerintah Eropa mendukung Israel karena holocaust atau pembantaian Yahudi. "Apakah tidak benar bahwa negara-negara Eropa menegaskan bahwa merekalah yang membantai Yahudi? Mereka mengatakan bahwa Hitler membakar jutaan orang Yahudi dan mengusir mereka," kata Ahmadinejad."Oleh karena Yahudi ditindas semasa Perang Dunia II, maka merekalah (orang Eropalah) yang harus mendukung rezim pendudukan di Jerusalem. Ini tidak bisa diterima," katanya."Persoalanya adalah dari mana datangnya mereka yang menguasai Palestina sebagai rejim pendudukan itu? Mereka tidak punya akar di Palestina, tetapi mereka yang menentukan nasib bangsa Palestina," ujar Ahmadinejad lagi."Tidakkah benar bahwa penentuan nasib sendiri suatu bangsa adalah salah satu prinsip piagam PBB. Mengapa mereka mengambil hak itu dari bangsa Palestina?" tanya dia. (mar/)


Berita Terkait