Antisipasi Penyebaran Corona, BPJAMSOSTEK Maksimalkan Layanan Online

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 21:12 WIB
BPJAMSOSTEK
Foto: BPJAMSOSTEK
Jakarta -

Dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Maret 2020, muncul imbauan agar menghentikan seluruh kegiatan perkantoran sementara waktu dan menutup fasilitas operasional. Hal ini diharapkan dapat mendorong sebanyak mungkin pekerja untuk melakukan pekerjaan dari rumah (Work From Home/WFH). Tercatat sebanyak 1.512 perusahaan dengan jumlah pekerja lebih dari 517 ribu orang pada Senin, (23/3/2020), telah mengikuti instruksi tersebut.

Karena hal tersebut, Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan BPJAMSOSTEK untuk sementara menghentikan penggunaan dropbox di kantor cabang DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar interaksi antara peserta dan petugas BPJAMSOSTEK dapat diminimalisir.

Penerapan ini diberlakukan untuk 17 Kantor Cabang dan 6 Kantor Cabang Perintis di Wilayah DKI Jakarta, mulai 24 Maret hingga 5 April 2020. BPJAMSOSTEK pun memutuskan untuk menyesuaikan Protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) di DKI Jakarta agar sepenuhnya menggunakan mekanisme online.

"Langkah ini dilakukan semata-mata demi keselamatan dan kesehatan peserta dan karyawan BPJAMSOSTEK. Kami tetap bekerja seperti biasa untuk melayani peserta, yang berbeda hanya sepenuhnya tanpa kontak fisik langsung", ujar Utoh dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2020).

Protokol Lapak Asik yang dirilis pekan lalu oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) merupakan salah satu mekanisme protokol layanan BPJAMSOSTEK untuk menghadapi kondisi terkait penyebaran virus Covid-19 yang meningkat signifikan di seluruh Indonesia. Mekanisme protokol Lapak Asik berupa layanan klaim online via website dan aplikasi BPJSTKU ditambah layanan dropbox di kantor cabang. Namun, kondisi terakhir di DKI Jakarta menyebabkan protokol Lapak Asik tersebut mengalami penyesuaian.

Utoh menambahkan Protokol Lapak Asik telah dibuktikan mampu memenuhi kebutuhan peserta untuk klaim dari proses awal klaim sampai dengan pembayaran dana JHT diterima oleh peserta, tanpa ada interaksi fisik antara peserta dan petugas BPJAMSOSTEK.

Lebih lanjut, Utoh menjelaskan bagi kantor cabang di luar wilayah DKI Jakarta, mekanisme Protokol Lapak Asik dengan penyerahan dokumen via dropbox di kantor cabang tetap masih berlaku, tentunya dengan tetap menggunakan prosedur online untuk registrasi awal. Pihaknya juga akan tetap berkomitmen untuk selalu mengedepankan pelayanan yang optimal kepada peserta BPJAMSOSTEK meski dalam kondisi yang sangat menantang seperti saat ini.

"Atas nama BPJAMSOSTEK kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang terjadi, dan kami berharap para peserta bisa memaklumi dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menghentikan penularan wabah Covid-19 ini. Semoga apa yang kita lakukan untuk tetap tinggal di rumah selama beberapa waktu ke depan berkontribusi positif dalam penanggulangan Covid-19 ini," pungkas Utoh.

Sebagai informasi, terkait kondisi saat ini BPJAMSOSTEK memutuskan untuk menyesuaikan Protokol Lapak Asik di DKI Jakarta agar sepenuhnya menggunakan mekanisme online, yaitu melalui situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, aplikasi BPJSTKU dan melalui sarana komunikasi Whatsapp. Selain itu, jam operasional pelayanan di seluruh kantor cabang BPJAMSOSTEK di luar wilayah DKI Jakarta juga disesuaikan, yaitu mulai dari pukul 09:00 sampai dengan pukul 15:00 waktu setempat.

Untuk informasi detail mengenai pelayanan BPJAMSOSTEK, peserta dapat menghubungi Layanan Masyarakat 175 atau melalui kanal media sosial resmi BPJAMSOSTEK.

(akn/ega)