Pemkab Bogor Akan Rapid Test Corona Massal Door to Door ke ODR dan ODP

Sachril Agustin - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 16:36 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersiap melakukan tes cepat (rapid test) pendeteksian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
FotoIlustrasi rapid test Corona (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Kabupaten Bogor -

Test massal COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) akan dilakukan. Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, pelaksanaan rapid test di Kabupaten Bogor tidak akan dilakukan di Stadion Pakansari.

"Pelaksanaan kemungkinan kalau ODR (orang dengan risiko), ODP (orang dalam pemantauan) karena mereka, kita bisa door to door. Kalau PDP (pasien dalam pengawasan), karena PDP itu semuanya ada di rumah sakit (RS)," kata Ade di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (23/3/2020).

Ade mengatakan tes untuk PDP Corona dilakukan di beberapa RS, di antaranya RS Cibinong, RS Cisarua, RS Ciawi, RS Leuwiliang, dan RS Cileungsi.

Dia menerangkan, Pemkab Bogor menerima akan mendapat 1.000 alat rapid test yang akan difokuskan kepada orang-orang yang menjadi prioritas. Mereka yang jadi prioritas adalah ODR, ODP, PDP, para tenaga medis, dan orang yang masuk dalam lingkar dari positif.

"Jadi lingkar dari positif adalah keluarga dari pasien yang terjangkit atau positif corona, gitu. Kalau pun ada sisa, ini untuk petugas yang selalu di jalan seperti TNI, Polri, gitu kan. Ini memang prioritas. Dan datanya itu by address, jadi tiap yang diperiksa itu harus ada nama, alamat. Jadi tidak bisa sembarangan," ucap Ade.

"Nah dengan rapid test ini, mudah-mudahan semua bisa dites dan yang memang tidak positif, bisa dipindahkan ke ruang lain, jadi tidak harus diisolasi. Ini kan yang menjadi penuhnya ruang isolasi karena mereka belum diperiksa," lanjut dia.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebelumnya mengatakan, Stadion Pakansari akan menjadi lokasi rapid test untul Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok. Mengenai hal itu, Ade mengatakan, pelaksanaan rapid test diserahkan ke tiap daerah.

"Tapi setelah kita kaji, rasanya saya juga enggak rela, Stadion Pakansari jadi lalu lalangnya. Sehingga kemarin kami berkeputusan, ya sudah kita masing-masing saja, ditest di tempat masing-masing, tidak perlu bersatu 3 wilayah dalam 1 wilayah," ungkap Ade.

(jbr/jbr)