Cerita Anak yang Ortunya Meninggal karena Corona: Jenazah Di-wrap Plastik

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 16:20 WIB
Eva Rahmi Salama
Viral sedihnya wanita yang ibunya wafat karena Corona. (Instagram @evarahmisalama)
Jakarta -

Cerita proses ketat pemakaman korban virus Corona di Indonesia datang dari Eva Rahmi Salama. Kedua orang tua Eva meninggal dunia karena Corona. Jenazah pun harus di-wrap atau dibungkus dengan plastik sebelum dikuburkan.

Kisah Eva ini menjadi viral karena proses pemakaman dihadiri tanpa pelayat, kecuali keluarga terdekat. Kedua orang tua Eva pun meninggal dunia dalam rentang waktu berdekatan. Eva kemudian menceritakan proses pembungkusan jenazah orang tuanya itu.

"Itu pun harus memakai masker dan lain-lain. Dan lagi pula risikonya juga tinggi. Memang perlakuan jenazah orang yang terinfeksi itu lebih ketat karena mereka pertama dimandiin, dikafani, habis itu diplastikin, kemudian dimasukkan ke peti dan wrapping plastik lagi. Jadi berkali-kali tahapnya. Kita juga tidak boleh satu ambulance sama jenazah," tutur Eva saat dikonfirmasi detikcom via Wolipop, Senin (23/3/2020).

Eva mengaku sangat sedih kehilangan orang tua yang meninggal karena virus Corona. Dia berharap kejadian ini tak menimpa orang lain.

"Nggak terbayangkan keluarga sendiri tiba-tiba bersamaan semua. Semoga tidak terjadi kepada siapa pun. Mama aku meninggal hari Kamis dan papa aku Sabtu sore menyusul," ujar Eva.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya menjelaskan jenazah pasien positif virus Corona akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah. Pemakaman dapat dilakukan oleh pihak keluarga/pihak lain setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan.

"Petugas pemakaman tersebut harus memakai alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, semacam jas hujan plastik, kemudian dimusnahkan selesai pemakaman," ujar Fachrul sebagaimana dikutip dari situs Kemenag, Selasa (17/3).

"Untuk jenazah muslim/muslimah, pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan syariah yang mungkin dilakukan dan menyesuaikan dengan tata-cara sesuai petunjuk rumah sakit rujukan," imbuhnya.

(gbr/tor)