Bareskrim Sudah Periksa Dirut Sarana Jaya soal Dugaan Korupsi Pembelian Tanah

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 12:00 WIB
Gedung Bareskrim Polri
Bareskrim Polri (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PD Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan sudah dimintai keterangan oleh Bareskrim Polri mengenai penyelidikan dugaan korupsi di balik pembelian tanah oleh PD Sarana Jaya. Namun keterangan Yoory belum sepenuhnya didapat sehingga pemeriksaan akan dilanjutkan.

"Dirut Sarana Jaya dimintai keterangan) Minggu lalu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (23/3/2020).

Namun pemeriksaan itu disebut Argo belum tuntas. Nantinya pemeriksaan akan dilanjut mempertimbangkan situasi pandemi virus Corona (COVID-19).

"Belum selesai dan dilanjut setelah situasi Corona," imbuh Argo.

Kasus itu saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Pembelian tanah oleh PD Sarana Jaya itu ditengarai berbalut korupsi. Sebagian pembelian tanah itu disebutkan untuk proyek rumah DP Rp 0 yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kasus ini terungkap dalam surat panggilan dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri yang ditujukan kepada sejumlah orang dari PD Sarana Jaya. Dalam surat panggilan itu, tertera dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pembelian aset yang dilakukan PD Sarana Jaya pada 2018-2020. Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan, belum ada tersangka yang ditetapkan.

Sebelumnya Yoory selaku Direktur Utama PD Sarana Jaya mengaku akan kooperatif dengan penyelidikan Bareskrim. "(Saya) belum bisa bicara. Tapi sebenarnya, tim kita dimintai keterangan, memang ada laporan, beberapa staf kita juga dimintai keterangan oleh Bareskrim, kita kasih data semuanya. Kita jelaskan," ucap Yoory.

"Memang sebagian kita mau adakan DP (Rp) 0 di sana, tapi ada penataan kawasan juga. Iya, (yang diperiksa) bukan hanya DP Rp 0," imbuh Yoory.

(dhn/fjp)