Round-Up

Ada Obat dari Shanghai, Akankah Grafik Pasien Meninggal Melandai?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 08:32 WIB
pesawat hercules bawa obat virus corona
Foto: Pesawat Hercules angkut obat dan alat rapid test Corona dari Shanghai China (20detik)

Wakil Kepala Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China, Sun Yanrong, dalam konferensi pers pada Selasa (18/2), menyatakan Chloroquine mempunyai efek penyembuhan tertentu pada penyakit virus Corona. Hal ini diketahui setelah dilakukan berbagai macam uji klinis di rumah sakit di China.

Sementara itu, Avigan merupakan obat yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm, Avigan. Obat ini juga dikenal dengan Favipiravir.

Obat ini sudah diujikan ke para pasien. Uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien hasilnya memuaskan.

"Favipiravir memiliki tingkat keamanan yang tinggi, yang efektif dalam penanganan pasien Corona," ujar Kementerian Sains dan Teknologi China, Zhang Xinmin, kepada awak media, seperti dikutip dari Guardian, Rabu (18/3).

Ada Obat dari Shanghai, Akankah Grafik Pasien Meninggal Melandai?Foto: Presiden Jokowi (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berkaca dari kemampuan Chloroquine dan Avigan dalam penyembuhan pasien-pasien Corona di China, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pemerintah telah memesan jutaan obat tersebut. Jokowi tak ingin pemerintah dianggap diam di tengah wabah virus ini.

"Obat Avigan kita telah mendatangkan 5.000, akan kita coba. Dan kita dalam proses pemesanan 2 juta. Kemudian Chloroquine kita siap 3 juta. Kecepatan ini yang ingin kita sampaikan bahwa kita tidak diam," ucap Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3).

Untuk diketahui, data terakhir terkait pasien Corona yang dirilis pemerintah adalah 514 orang dinyatakan positif terinfeksi dan 48 orang di antaranya telah meninggal dunia. Sementara 29 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Meski ada yang sembuh, setiap harinya pemerintah mengumumkan ada peningkatan jumlah pasien positif Corona dan terus naiknya angka kematian akibat virus ini. Data itu dirilis pada Minggu sore.


(aud/aud)