Organisasi Keagamaan Ikut Amankan Natal di Malang
Kamis, 08 Des 2005 18:04 WIB
Malang - Untuk mencegah aksi terorisme dan aksi kriminal menjelang Natal 2005 dan malam tahun baru 2006, Polresta Malang menerjunkan 800 personil Polri. Selain itu juga dikerahkan 200 personil keamanan dari organisasi keagamaan. "Untuk pengamanan perayaan Natal dan malam tahun baru, kita akan melibatkan pengamanan dari berbagai unsur serta organisasi keagamaan," kata Kepala Polresta Malang AKBP Dunan Ismail Isja, kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang, Kamis (8/12/2005). Selain untuk mencegah aksi terorisme dan aksi kriminal lainnya, keterlibatan organisasi keagamaan dalam melakukan pengamanan nantinya, juga untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama. Untuk konsentrasi pengamanan, pihak Polresta mengutamakan pada keamanan seluruh gereja yang ada di Kota Malang. Menurut Kpaolresta, keamanan gereja harus diutamakan karena adanya indikasi teror pada gereja saat perayaan malam Natal. "Kita tidak ingin aksi terorisme merusak suasana perayaan Natal dan malam tahun baru," tegas Kapolreta. Untuk memastikan keamanan di seluruh gereja, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan di seluruh ruangan dan halaman gereja dengan menggunakan metal detector sebelum dilakukan perayaan Natal. Polisi juga akan memeriksa barang bawaan pengunjung gereja. "Semua pengunjung akan diperiksa tanpa terkecuali," jelasnya. Selain melakukan pengamanan di gereja, Polresta Malang juga mengonsentrasikan seluruh personel di titik-titik rawan teror dan kriminal seperti di pusat perbelanjaan dan fasilitas umum. "Kita mewaspadai 15 titik rawan di kota Malang. Untuk pengamanan di kota Malang, kita gunakan sistem terbuka dan tertutup, karena Malang tergolong rawan aksi terorisme dan kriminal," ujarnya.
(iy/)











































