Kapolri: Tidak Ada Pengambilan Sidik Jari Santri
Kamis, 08 Des 2005 17:41 WIB
Jakarta - Wacana pengambilan sidik jari santri dimentahkan Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Polisi tidak akan mengambil sidik jari murid-murid dan alumni pesantren sebagai upaya pencegahan terhadap terorisme."Yang ada, kita bersama-sama mencegah adanya pihak lain yang ingin memanfaatkan anak muda pada kejahatan terorisme," ujar Sutanto.Pernyataan ini disampaikan dia kepada wartawan usai menutup pendidikan Sespati di ruang rapat utama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No. 3, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2005).Sutanto menambahkan, pencegahan terorisme dapat dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat dengan mengamankan lingkungan masing-masing dari pengaruh-pengaruh yang bisa merusak anak-anak muda."Upaya preventifnya justru di lingkungan masing-masing dengan mengawasi lingkungan tersebut," ujarnya. Namun Sutanto tidak menjelaskan upaya seperti apa yang harus dilakukan.Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla menyatakan pengambilan sidik jari tersebut sebagai upaya pendataan yang dilakukan pemerintah dan jangan dikaitkan dengan terorisme. Masyarakat diminta untuk tidak terlalu sensitif tanpa alasan menyikapinya. Namun pernyataan ini mengundang reaksi dari berbagai kalangan yang mempertanyakan efektivitas dari pengambilan sidik jari para santri tersebut.
(bal/)











































