133 WNI Terjebak di Uzbekistan karena Corona Akan Dipulangkan Hari Ini

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 12:21 WIB
Two little girls dressed in Central Asian clothes playing mandolin and dancing during breakfast at chaikhana (Uzbekistan summerhouse).
Foto: dok. iStock
Tashkent -

Sebanyak 133 warga negara Indonesia yang sempat tertahan di Uzbekistan karena penerbangan dihentikan oleh pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) akan dipulangkan ke Indonesia hari ini. Mereka terdiri atas 9 dosen dan 100 mahasiswa dari Universitas Gunadarma serta 24 WNI lainnya.

"Setelah melalui usaha yang cukup panjang, akhirnya sore hari tanggal 20 Maret 2020, KBRI Tashkent mendapat konfirmasi dari pemerintah Uzbekistan bahwa pemulangan 133 WNI ke Jakarta akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Maret 2020, pukul 19.30 menggunakan pesawat Uzbekistan Airlines dengan nomor penerbangan HY 541 etd 19.30 (waktu Tashkent) dan eta 05.40 (+1, Waktu Indonesia Barat) tanggal 23 Maret 2020," kata Kementerian Luar Negeri Seperti yang dikutip dari laman web Kemlu.go.id, Minggu (22/3/2020).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah mengatakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut terhadap 133 WNI yang akan tiba itu diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kementerian Kesehatan. Ia menyebut pesawat Uzbekistan Airline yang digunakan itu juga akan membawa pulang warga negaranya yang terkendala pulang di Indonesia.

"Itu memang porsi Kementerian Kesehatan ya (imbauan self isolated dan tes kesehatan) tapi dari sisi KBRI kita di Uzbekistan memfasilitasi kepulangan mereka dengan pesawat yang juga akan datang ke Indonesia untuk menjemput warga mereka yang terkendala kembali ke negaranya. Kalau dari sisi penanganannya, mereka saat tiba di Tanah Air datanya tentunya sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan untuk ada pengecekan di bandara ya. Selanjutnya seperti apa, itu porsinya adalah kewenangan dari Kementerian Kesehatan," Ujar Faizasyah saat dihubungi detikcom.

Sementara itu, Koordinator Kerja Sama Internasional Universitas Gunadarma I Made Wiyarna mengatakan, setelah tiba di Indonesia, rombongan dari Universitas Gunadarma akan mengikuti ketentuan protokol yang berlaku. Pihaknya juga akan menerapkan social distancing dengan membatasi keluarga dosen dan mahasiswa yang akan menjemput serta mengatur jarak tempat menunggu saat di bandara.

"Kami mengikuti protokol yang ada, di antaranya pemeriksaan kesehatan sewaktu kedatangan (sesuai yang dilakukan di bandara dan mengikuti arahan yang ada). Juga mengisi kartu kuning dari Kemenkes. Setelah itu, semua rombongan self quarantine selama 14 hari setelah kedatangan. Setiap hari ada formulir pelaporan yang dikoordinasi dosen pendamping per kelompok. Penjemput kami batasi seminimal mungkin dan tempat tunggu kami atur mengikuti arahan social distance," ucap Made saat dihubungi detikcom.

Untuk diketahui, pemerintah Uzbekistan menyetop penerbangan dari dan ke Uzbekistan sejak Senin (16/3) karena ada warganya yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) sehari sebelumnya. Penutupan itu mengakibatkan 133 WNI yang sedang berada di Uzbekistan dan akan pulang ke Indonesia terjebak di sana.

"Saya Raziq Hasan selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma bersama 8 dosen arsitektur ikut dalam rombongan dengan 100 mahasiswa yang sedang kuliah lapangan arsitektur ke tiga kota di Uzbekistan: Tashken, Samarkan, dan Bukhoro," kata Raziq melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (19/3).

Raziq bercerita, ia bersama rombongan berangkat menuju Uzbekistan pada Rabu, 11 Maret 2020. Mereka dijadwalkan pulang pada Rabu (18/3). Namun pemerintah setempat menyetop penerbangan sejak Senin (16/3) karena sehari sebelumnya ada warga Uzbekistan yang dinyatakan positif COVID-19.

"Berangkat tanggal 11 Maret dan seharusnya pulang tanggal 18 Maret. Tapi karena ada kasus COVID-19 di Uzbek tanggal 15 Maret, maka penerbangan di-cancel," ucapnya.

(tor/tor)